Aksi Dorong-Dorongan Warga vs Polisi di Barelang, Kaca Lobi Nyaris Pecah

Aksi Dorong-Dorongan Warga vs Polisi di Barelang, Kaca Lobi Nyaris Pecah

Warga dan aparat kepolisian nyaris bentrok saat aksi di Kantor Mapolres Barelang.

Nurjali

Batam, Batamnews – Ketegangan terjadi antara warga Teluk Sambau dan petugas Satuan Sabhara di lobi Mapolresta Barelang pada Selasa, 22 April 2025 sore. Aksi dorong-dorongan antara kedua pihak nyaris merusak kaca lobi setelah warga tidak terima didorong saat berusaha masuk paksa.  

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB, saat sejumlah warga—termasuk salah seorang istri dari yang diamankan—berupaya masuk ke gedung. Namun, petugas yang berjaga di lobi utama menghalangi mereka, memicu aksi saling dorong.  

Suasana semakin panas ketika dua warga didorong dengan keras oleh petugas, memicu teriakan dan makian. Kericuhan hampir berujung pada aksi saling pukul sebelum sejumlah pejabat utama (PJU) dan Provost turun tangan menenangkan situasi.  

Baca juga: Istri Protes Penangkapan Suami di Teluk Bakau: 'Kenapa Ditangkap Dulu, Suratnya Belum Ada? 

Kanit Tipikor, Iptu Adi, berusaha meredakan ketegangan dengan meminta warga tenang dan memberi kesempatan salah seorang perwakilan untuk menyampaikan keluhan. 

Seorang warga menyatakan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan penangkapan dua warga yang dinilai cacat hukum.  

"Keluarga korban tidak diberikan surat penangkapan. Mereka bukan pembunuh atau teroris," protesnya.  

Kanit Jatanras, AKP Ferry, meminta keluarga bersabar karena kedua tersangka masih dalam pemeriksaan. 

"Kami akan berikan hasil penyelidikan nanti. Sabarlah, karena mereka baru diamankan," ujarnya.  

Namun, penjelasan itu tidak meredam emosi warga. Salah seorang bahkan menuding Iptu Adi sebagai provokator, yang langsung dibantah Ferry. 

"Yang kau tuduh itu Kanit, bukan provokator. Jangan asal bicara!" tegasnya.

Kasat Reskrim, AKP Debby, kemudian turun tangan dan meminta warga tenang. "Saya Kasat Reskrim, tolong tenang," katanya.  

Baca juga: Protes Penangkapan Warga Teluk Bakau, Massa Geruduk Mapolresta Barelang – Ada Apa?

Debby memberi kesempatan Simon, perwakilan mahasiswa, untuk berbicara. Simon menyatakan, aksi ini adalah bentuk kekecewaan warga terhadap kinerja polisi yang dianggap tidak profesional. 

"Ini seperti penculikan. Surat penangkapan belum ada, sudah main tangkap saja," ujarnya.  

Menanggapi hal tersebut, Debby menegaskan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan laporan lima warga korban penganiayaan. 

"Jika ada keberatan, bisa dibuktikan di pengadilan. Kami mengamankan mereka karena terlibat dalam kasus Minggu lalu," jelasnya.  

Setelah suasana mereda, kedua istri yang diamankan diizinkan menemui suaminya. Usai pertemuan tersebut, warga Teluk Sambau akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :