APJII Kepri Gelar Rakerwil 2025 dan Pelantikan Dewan Pengurus 2024-2028 di Batam, Fokus pada Kolaborasi dan Penguatan ISP

APJII Kepri Gelar Rakerwil 2025 dan Pelantikan Dewan Pengurus 2024-2028 di Batam, Fokus pada Kolaborasi dan Penguatan ISP

APJII Kepri Gelar Rakerwil 2025 dan Pelantikan Dewan Pengurus 2024-2028 di Ballroom Hotel Harris, Batam, Rabu (26/02/2025). (foto. batamnews.co.id)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2025 di Ballroom Hotel Harris, Kota Batam, pada Rabu, 26 Februari 2025 pagi. Selain membahas strategi penguatan industri internet di Kepri, acara ini juga menjadi momen pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APJII Kepri untuk periode 2024-2028.

Ketua APJII Kepri, Hastomo, menegaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan kolaborasi dengan APJII pusat dan berkomitmen meningkatkan tata kelola Internet Service Provider (ISP) di wilayahnya. Ia berharap ISP di Kepri dapat berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan profesional.

"Ke depan, kami akan semakin memperkuat kolaborasi dengan APJII pusat dan memastikan anggota baru dapat memenuhi standar tata kelola ISP yang baik. Tujuannya agar mereka bisa tumbuh menjadi perusahaan ISP besar dan kompetitif," ujarnya saat wawancarai awak media.

Baca juga: APJII Kepulauan Riau Gelar Buka Bersama, Bahas Sinergitas untuk Kemajuan Internet

Hingga saat ini, APJII pusat telah menaungi sekitar 1.200 perusahaan ISP secara nasional, sementara di Kepri sendiri terdapat 32 perusahaan ISP yang resmi terdaftar di bawah APJII. Namun, Hastomo mengungkapkan bahwa masih ada banyak penyedia layanan internet di daerah yang belum menjadi anggota resmi APJII meskipun telah memiliki izin ISP.

"Di Kepri, ada sekitar 32 ISP yang terdaftar di APJII, tetapi di lapangan masih banyak yang belum bergabung secara resmi. Kami ingin mengajak mereka agar lebih memahami tata kelola yang baik dan beroperasi sesuai regulasi," jelasnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi APJII Kepri saat ini adalah biaya tinggi dalam pemasangan jaringan internet bawah laut, terutama untuk wilayah pulau-pulau terluar seperti Natuna dan Anambas.

"Biaya operasional pemasangan kabel bawah laut cukup mahal karena jaraknya yang jauh. Ini berbeda dengan daerah seperti Tanjungpinang, Karimun, dan Batam, yang lebih mudah dijangkau dan biaya pemasangannya lebih terjangkau," ungkap Hastomo.

Baca juga: Perkuat Keamanan Siber, APJII Bahas Kerjasama Bareng Polda Kepri

Untuk mengatasi tantangan ini, APJII Kepri berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah dan pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kepri.

Melalui kepengurusan baru ini, Hastomo berharap APJII Kepri dapat semakin merangkul lebih banyak perusahaan internet di wilayahnya dan memberikan edukasi agar mereka dapat tumbuh menjadi perusahaan yang sehat dan profesional sesuai dengan regulasi pemerintah.

"Kami ingin membantu perusahaan internet di Kepri agar berkembang dengan baik, sehat, dan tentunya sejalan dengan program pemerintah. Semoga dengan adanya Rakerwil ini, industri internet di Kepri bisa semakin maju," tutupnya.

Dengan komitmen kuat dari APJII Kepri, diharapkan ekosistem internet di Kepulauan Riau dapat semakin berkembang, menjangkau lebih banyak wilayah, dan memberikan layanan yang berkualitas bagi masyarakat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :