Pasien Lansia Dipaksa Puasa 12 Jam, Keluarga Gugat Pelayanan RS Graha Hermin Batam

Pasien Lansia Dipaksa Puasa 12 Jam, Keluarga Gugat Pelayanan RS Graha Hermin Batam

Pasien yang mengalami patah tulang sejak pukul 06.00 WIB pagi terpaksa berpuasa hingga malam hari tanpa kepastian jadwal operasi.

Nurjali

Batam, Batamnews - Keluarga di Batam menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan Rumah Sakit Graha Hermin terkait penanganan pasien lansia korban kecelakaan lalu lintas. 

Pasien yang mengalami patah tulang sejak pukul 06.00 WIB pagi terpaksa berpuasa hingga malam hari tanpa kepastian jadwal operasi.

"Kami hanya ingin kepastian. Kakek kami sudah kehausan, tapi masih diminta berpuasa. Apa harus mati dulu baru boleh minum?" ungkap Doni, salah satu anggota keluarga pasien, dengan nada emosional saat ditemui di RS Graha Hermin, Minggu, 23 Februari 2025.

Baca juga: Tragedi di Jembatan 4 Barelang Batam: Pria Loncat dari Jembatan, Identitas Masih Misterius

Kejadian bermula ketika sang kakek mengalami kecelakaan pada Minggu pagi. Keluarga segera membawa korban ke RS Graha Hermin dan berhasil memproses klaim Jasa Raharja dengan lancar. Namun, masalah muncul saat akan dilakukan tindakan medis.

Pihak rumah sakit menginformasikan bahwa dokter spesialis tulang sedang cuti, sehingga pasien harus dirujuk ke rumah sakit tingkat B. 

Upaya rujukan ke RSBP dan RS Awal Bros terkendala kapasitas penuh, sementara RSUD Embung Fatimah belum memberikan kepastian hingga malam hari.

Kondisi semakin memprihatinkan karena rumah sakit tetap meminta pasien berpuasa sejak pagi untuk persiapan operasi. 

Meski dalam kondisi lemah dan kehausan, permintaan keluarga agar pasien diizinkan minum ditolak oleh dokter dengan alasan tidak ingin bertanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pengusaha Teh Prendjak asal Tanjungpinang, Dinyatakan Pailit dan Terjerat Kasus Hukum Lainnya

Direktur RS Graha Hermin belum bisa dimintai keterangan terkait kejadian ini. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, keluarga masih menunggu kepastian rujukan dan tindakan medis yang dibutuhkan untuk sang kakek.

Sebelumnya, kasus serupa terkait pelayanan rumah sakit di Batam telah beberapa kali dilaporkan oleh masyarakat. 

Dinas Kesehatan Kota Batam telah mengeluarkan himbauan agar seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penanganan kasus gawat darurat.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :