150 PMI Dipulangkan ke Indonesia via Pelabuhan Batam Center, Sebagian Besar Dibiayai Negara
Suasana pemulangan PMI dari Malaysia di Pelabuhan Batam Centre.
Batam, Batamnews - Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali dipulangkan dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre pada Kamis, 6 Februari 2025.
Para PMI ini sebagian besar berasal dari wilayah Johor Bahru, Malaysia. Pemulangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh PMI di luar negeri.
Kepala Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Pol Imam Riyadi, menyatakan bahwa pemulangan ini menambah jumlah total PMI yang berhasil dikembalikan ke Indonesia menjadi 767 orang.
Baca juga: TPA Batam Kewalahan! Keterbatasan Buldozer Hambat Proses Pengolahan Sampah
"Terkait masih ada sekitar 7000 PMI yang tertahan di Malaysia, saya kira informasi itu betul. Tapi nanti akan kita konfirmasi lagi melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sana untuk pemulangannya, apakah melalui Riau, Batam, Kalimantan Barat, atau Medan. Nanti mereka yang akan mengatur strateginya," ujarnya.
Imam menjelaskan bahwa mayoritas PMI yang dipulangkan terlibat dalam permasalahan keimigrasian seperti overstay. Selain itu, ada pula kasus yang viral karena terlibat dalam praktik prostitusi.
"Ada juga yang baru sebulan atau dua bulan datang dari Indonesia, tertangkap terkena razia. Kalau yang terazia jadi PSK (Pekerja Seks Komersial), masih ditangani otoritas Malaysia, tetap kita monitor," jelasnya.
Terkait kemungkinan adanya korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pihaknya masih melakukan pendataan dan pemetaan. Imam menerangkan bahwa pemulangan PMI ini sebagian besar ditanggung oleh negara.
Baca juga: Eddy Gunawan Thamrin Ditangkap di Batam: Buronan Korupsi Rp90 Miliar yang Jual 15 Kapal Agunan Bank
"Sekitar 80 persen PMI yang dipulangkan ini dibiayai oleh negara. Ada juga yang mandiri," ungkap Imam mengakhiri wawancara.
Pemulangan PMI ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, mengingat masih banyaknya PMI yang menghadapi berbagai masalah di luar negeri.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KJRI di Malaysia, untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar dan PMI mendapatkan perlindungan yang semestinya.
Komentar Via Facebook :