Kementerian HAM Desak Malaysia Bertanggung Jawab atas Penembakan Pekerja Migran Indonesia

Kementerian HAM Desak Malaysia Bertanggung Jawab atas Penembakan Pekerja Migran Indonesia

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani saat memberikan keterangan pers soal penembakan PMI di Malaysia.

Nurjali

Jakarta, Batamnews – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendesak pertanggungjawaban hukum dari pemerintah Malaysia atas insiden penembakan yang melibatkan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Selangor. 

Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu warga negara Indonesia (WNI) tewas, satu orang dalam kondisi kritis, serta tiga lainnya mengalami luka-luka.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak menghormati nilai dan prinsip HAM. 

Oleh karena itu, Indonesia menuntut penyelidikan yang transparan dan imparsial terhadap petugas APMM yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Baca juga: Insiden Penembakan di Malaysia: Warga Bengkalis Meninggal, Warga Kepri Alami Luka

“Kami terus mendesak pertanggungjawaban hukum yang transparan dan imparsial oleh aparat penegak hukum Malaysia, khususnya terhadap petugas APMM yang telah melakukan tindakan tidak manusiawi tersebut,” ujar Munafrizal dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2025.

Pemerintah Indonesia secara tegas mengecam insiden yang terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025 tersebut. 

Kementerian HAM juga mendorong Komisi HAM Malaysia untuk aktif memantau perkembangan kasus ini guna menjunjung hak asasi manusia bagi semua pihak yang terlibat.

“Mendorong Komnas HAM RI untuk segera membahas peristiwa tersebut dalam Forum Institusi HAM Nasional se-Asia Tenggara (SEANF). Pasalnya, Komnas HAM dan SUHAKAM merupakan anggota forum tersebut,” tambah Munafrizal.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur telah melakukan akses kekonsuleran dengan menemui empat WNI korban penembakan yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Serdang dan Rumah Sakit Klang, Malaysia.

Baca juga: BMKG: Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Perairan Kepulauan Riau (30 Januari 2025)

Dari hasil pertemuan, KBRI berhasil mengidentifikasi dua korban yang berasal dari Provinsi Riau, yaitu HA dan MZ. Keduanya menyatakan bahwa tidak ada perlawanan dengan senjata tajam terhadap petugas APMM yang tengah berpatroli saat kejadian berlangsung.

“HA dan MZ telah mendapatkan perawatan dan saat ini dalam kondisi stabil. Keduanya juga menjelaskan kronologi kejadian dan menyatakan bahwa tidak ada perlawanan dengan senjata tajam dari penumpang WNI terhadap aparat APMM,” ungkap Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam keterangannya di Jakarta.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk memastikan keadilan bagi para korban serta menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :