Jurnalis Batam Gelar Aksi Tolak Pilkada Akal-akalan, Kritik Jokowi di Depan DPRD

Jurnalis Batam Gelar Aksi Tolak Pilkada Akal-akalan, Kritik Jokowi di Depan DPRD

Aksi Jurnalis di Kota Batam kritik kebijakan tentang Pilkada 2024.

Nurjali

Batam, Batamnews – Puluhan jurnalis di Kota Batam menggelar aksi "Indonesia Darurat" di depan Kantor DPRD Kota Batam pada Jumat malam, 23 Agustus 2024. 

Aksi ini dimulai pukul 20.00 WIB dengan para jurnalis mengenakan baju hitam sebagai tanda berduka atas matinya demokrasi di Indonesia. Secara simbolis, mereka menyalakan lilin sebagai bentuk protes.

Puluhan jurnalis yang hadir membentuk formasi setengah lingkaran dengan lilin yang menyala di hadapan mereka. Mereka juga membawa poster yang berisi kritik tajam terhadap Presiden Jokowi, yang dianggap telah merusak demokrasi di Indonesia. 

Baca juga: Ikut Putusan MK, KPU Tanjungpinang Tetapkan 12.305 Suara Sah Sebagai Syarat Pencalonan Wali Kota 2024

Beberapa poster bertuliskan, "Anak tukang kayu yang kupercaya hanya Yesus, #tolakpemiluakalakalan #kawalputusanMK" dan "Tolak pilkada akal-akalan, bau ketek oligarki."

Selain membentangkan poster, para jurnalis juga melakukan orasi. Salah satu orasi disampaikan oleh Muhammad Islahuddin, Redaktur Batam TV. 

Dalam orasinya, ia menyampaikan kemarahan terhadap pemerintah, terutama Presiden Jokowi yang dianggap menggunakan kekuasaan untuk meloloskan anaknya dalam Pilkada. 

"Hari ini kita berkumpul di sini karena kita marah kepada pemimpin yang duduk di DPR sana. Presiden Jokowi ingin menggunakan semua alat kekuasaan untuk meloloskan anaknya masuk dalam Pilkada," teriaknya.

Aksi ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi-puisi kritikan terhadap pemerintahan Jokowi oleh beberapa jurnalis lainnya seperti Ajang, Jurnalis Liputan 6, dan Alamudin Hamapu, Jurnalis Detik.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam. Alamudin, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab acara, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kondisi demokrasi yang memburuk di Indonesia. 

"Kegiatan malam ini diinisiasi oleh AJI Batam, sebagai bentuk keprihatinan atas matinya demokrasi di negara kita saat ini," ujarnya yang juga menjabat sebagai Koordinator Advokasi AJI Batam.

Baca juga: Mahasiswa Cipayung Plus Batam Gelar Demo Sepekan, Kawal Putusan MK dan Minta Tunda Pelantikan DPRD 

Menurut Alamudin, pembakaran lilin adalah simbol belasungkawa terhadap kondisi demokrasi yang sedang terancam. 

"Hal-hal seperti ini tidak bisa dibiarkan. Jurnalis harus ikut bersuara untuk menjaga demokrasi," tegasnya. Ia juga berharap aksi ini didengar oleh pemerintah agar demokrasi tidak dipermainkan untuk kepentingan pribadi atau keluarga. "Yang penting, kita kawal putusan MK ini. Jika nanti tiba-tiba disahkan, kita akan lakukan aksi kembali," tutupnya.

Aksi serupa juga digelar oleh beberapa pengurus AJI di berbagai daerah, termasuk aksi turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :