Inovasi Mesin Pengering Ikan Asin SMK Negeri 3 Tanjungpinang Wakili Kepri di GTTGN XXV 2024

Inovasi Mesin Pengering Ikan Asin SMK Negeri 3 Tanjungpinang Wakili Kepri di GTTGN XXV 2024

Mesin pengering ikan asin yang akan mewakili Provinsi Kepri dari Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Batamnews - Tim Teknologi Tepat Guna (TTG) dari SMK Negeri 3 Kota Tanjungpinang berhasil masuk nominasi untuk mewakili Kepulauan Riau (Kepri) dalam ajang Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) XXV Tahun 2024 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 15 Juli mendatang. 

Inovasi mereka berupa mesin pengering ikan asin yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan dalam pengolahan ikan asin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia berharap keberhasilan ini dapat menginspirasi lebih banyak inovator di masa depan.

Baca juga: Antrean Panjang BBM Solar di Tanjungpinang, Kadisperindag Beri Penjelasan

“Selain pemerintah, kami juga meminta dukungan dari masyarakat agar tim TTG Kota Tanjungpinang dapat meraih peringkat tertinggi,” harapnya pada Kamis, 11 Juli 2024.

Fitrinaldi, salah satu inovator dari tim tersebut, menjelaskan bahwa mesin pengering ikan asin ini merupakan hasil dari pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL) di SMK. 

Inovasi ini lahir dari keinginan mereka untuk mengoptimalkan hasil laut di Tanjungpinang dan Kepri, dengan menghasilkan ikan asin secara lebih efisien dan higienis.

“Mesin ini dirancang untuk beroperasi 24 jam secara otomatis untuk menjaga kebersihan dan kualitas produk, serta mudah digunakan,” jelas Fitrinaldi.

Baca juga: Meninggalnya Anak 13 Tahun Setelah Berobat di Puskesmas Sei Jang, Begini Respon Kadinkes Tanjungpinang 

Menurut Fitrinaldi, visi ke depan adalah menciptakan klaster industri ikan asin bernama Kampoeng Ikan Asin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews