Meninggalnya Anak 13 Tahun Setelah Berobat di Puskesmas Sei Jang, Begini Respon Kadinkes Tanjungpinang 

Meninggalnya Anak 13 Tahun Setelah Berobat di Puskesmas Sei Jang, Begini Respon Kadinkes Tanjungpinang 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam. (Istimewa).

Tanjungpinang, Batamnews - Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, angkat bicara terkait meninggalnya anak laki-laki berinisial DY (13 tahun) setelah berobat dari Puskesmas Sei Jang, Kota Tanjungpinang.

"Dalam hal ini saya ikut prihatin dan menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya ananda tersebut," ucap Rustam kepada Batamnews.co.id saat dikonfirmasi, pada Selasa, 9 Juli 2024 malam.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah memperoleh kronologi kejadian yang disampaikan langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Sei Jang.

"Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas, semua tindakan pemeriksaan dan obat yang diberikan oleh dokter yang menangani sudah sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada," kata Rustam.

Baca juga: Anak 13 Tahun Meninggal Setelah Berobat di Puskesmas Sei Jang: Dugaan Kesalahan Obat?

Sebelumnya diberitakan, anak laki-laki dari seorang warga di Tanjungpinang diduga meninggal dunia setelah berobat dari Puskesmas Sei Jang, Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Diketahui korban berinisial DY berusia 13 tahun.

Kepala UPTD Puskesmas Sei Jang, Dr. Muhammad Paisal, menjelaskan bahwa pasien bersama orang tuanya mendatangi Puskesmas untuk berobat atas sakit yang dialaminya.

"Pasien datang mengeluh sakit perut dan diare. Pada saat awal datang, kondisi pasien masih terlihat stabil sehingga petugas puskesmas memeriksa dan memberikan obat sesuai dosis dan keluhan pasien," ujarnya kepada Batamnews.co.id saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Paisal melanjutkan, tak lama setelah meninggalkan Puskesmas, pasien kembali dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan mengeluarkan busa dari mulutnya. Petugas segera memberikan pertolongan pertama di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Sei Jang.

"Saat pasien berada di ruang tindakan, tim langsung memberikan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan dan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, setelah beberapa siklus pertolongan, nyawa korban tidak dapat tertolong," kata Paisal.

Baca juga: Anak Perempuan Usia 5 Tahun Dibawa Kabur Pengasuh di Indomaret Lubuk Baja

Ketika ditanya mengenai kemungkinan kesalahan petugas dalam memberikan obat atau dosis kepada pasien, Paisal menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait hal tersebut.

"Terkait dugaan kesalahan pemberian obat, kami tidak bisa memberikan keterangan. Obat yang kami berikan adalah obat biasa sesuai dosis dan kebutuhan pasien," terangnya. ( CR 2)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews