Dorong Keterwakilan Perempuan, Suyito Ungkap Potensi Elektoral Politisi Wanita di Pilkada Kepri 2024

Dorong Keterwakilan Perempuan, Suyito Ungkap Potensi Elektoral Politisi Wanita di Pilkada Kepri 2024

Suyito, PhD, sosiolog politik dan peneliti senior di lembaga riset INSPIRE Kepri. (Foto: istimewa)

Tanjungpinang, Batamnews - Suyito, PhD, sosiolog politik dan peneliti senior di lembaga riset INSPIRE Kepri, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya tentang potensi elektoral yang dimiliki oleh politisi perempuan di Kepulauan Riau. Menurutnya, kehadiran perempuan sebagai calon wakil kepala daerah dapat meningkatkan peluang elektoral dalam kontestasi Pilkada.

"Dari sisi gender, keterlibatan perempuan sebagai calon wakil kepala daerah cenderung meningkatkan elektoral karena mereka membawa empati yang lebih dalam pembuatan kebijakan, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek benar atau salah, tetapi juga nilai humanis," jelas Suyito.

Ia juga menyoroti beberapa nama politisi perempuan di Kepri yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam arena politik, seperti Suryani dari PKS, Sekar, anak Romo Soeryo, serta Hj Suryatati A. Manan dan Aida Ismeth yang keduanya adalah mantan pejabat publik di Tanjungpinang dan anggota DPD RI.

Baca juga: NasDem Kepri Beri Selamat Usai DPP Rekomendasikan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra untuk Pilkada Batam 2024

"Selama ini fokus sering terletak pada Batam dan luar Batam, namun dengan melibatkan lebih banyak perempuan yang berkapasitas, dinamika politik lokal bisa menjadi lebih menarik," tambahnya.

Data pemilu 2024 menunjukkan bahwa dua politisi perempuan, Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn. dan Suryani dari PKS, berhasil meraih suara signifikan, yaitu 60.405 dan 72.079 suara, secara berturut-turut. Hasil ini mengindikasikan bahwa figur perempuan memiliki pengaruh signifikan di antara pemilih.

"Saya melihat hasil survey beberapa lembaga survey kandidat calon wakil gubernur yang digadang-gadangkan juga relatif rendah, menurut hemat saya kurang bisa mendongkrak untuk sisi elektoral, jika mentok figur politisi perempuan yang saya sebutkan di atas bisa jadi alternatif untuk dijadikan pendamping," tutup Suyito.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews