Tolak Penggusuran, Berikut Hasil Audiensi Masyarakat Temiang dan BP Batam Terkait Lahan

Tolak Penggusuran, Berikut Hasil Audiensi Masyarakat Temiang dan BP Batam Terkait Lahan

Kuasa Hukum Masyarakat Temiang, Bali Dalo, menyampaikan hasil audiensi kepada warga di halaman kantor BP Batam, Selasa, 9 Juli 2024 siang. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Setelah tensi tinggi terkait isu penggusuran, masyarakat Temiang akhirnya bernapas lega pasca audiensi damai dengan BP Batam. Pertemuan ini membahas nasib lahan yang telah ditempati warga sejak tahun 2001, yang kini tengah diperebutkan oleh dua perusahaan, PT. Rezeki Tiga Bersaudara dan PT. Seribu Samosir Makmur Abadi.

Dalam audiensi yang diadakan pada Selasa, 9 Juli 2024, Kuasa Hukum Masyarakat Temiang, Bali Dalo, menegaskan komitmen untuk memperjuangkan hak warga. 

“Jika rumah warga bapak/ibu memang berada di atas lahan yang sudah ditetapkan oleh BP Batam dan tidak bergeser, maka kita akan perjuangkan,” kata Bali Dalo. Ia menyampaikan ini sebagai kabar baik kepada warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak ikan.

Di sisi lain, Direktur Lahan BP Batam, Ilham Hartawan, menanggapi situasi dengan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan lokasi pada Kamis, 11 Juli 2024. Tujuan pengecekan ini adalah untuk memverifikasi batas lahan yang menjadi sumber permasalahan antara Masyarakat Temiang dan dua perusahaan tersebut. 

Baca juga: Tolak Penggusuran! Masyarakat Temiang Tanjung Riau Tuntut Hak di Kantor BP Batam

“Besok BP Batam akan memanggil perusahaan yang melakukan pelanggaran,” ujar Ilham saat audiensi.

Ilham juga menambahkan bahwa lahan yang telah menjadi aset BP Batam tidak dapat diubah peruntukannya untuk masyarakat. Namun, jika lahan warga tersebut berada di luar kawasan lahan agribisnis, maka akan ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi yang adil.

"Apabila lahan warga tersebut berada di luar dari kawasan lahan agribisnis, maka akan di komunikasikan lebih lanjut kepada pihak perusahaan," pungkas Ilham.

Pertemuan ini merupakan langkah maju dalam penyelesaian konflik lahan yang telah lama menggantung di wilayah Agribisnis, Batam. Masyarakat Temiang yang telah berdiam lama di lahan tersebut kini memiliki harapan baru untuk mempertahankan tempat tinggal mereka, sambil menunggu hasil verifikasi dari BP Batam. 

Keputusan dari audiensi ini diharapkan akan membawa kejelasan dan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

(CR1)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews