Waspada! Nilai Tukar Rupiah Melemah Jelang Akhir Pekan
Harga Rupiah hingga petang ini semakin terjun bebas.
Batam, Batamnews - Nilai tukar rupiah belum mampu melawan kekuatan dolar Amerika Serikat (USD) dan terus melemah menjelang akhir pekan. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun 0,12 persen (20 poin) menjadi Rp16.450 per USD dalam penutupan perdagangan sore ini.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa faktor eksternal dan internal membuat rupiah semakin loyo. Dari dalam negeri, pasar mencermati arah kebijakan fiskal yang dinilai berisiko.
"Ada potensi risiko fiskal, terlihat dari proyeksi defisit anggaran di kisaran 2,8 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP). Proyeksi itu mendekati batas atas defisit sebesar 3 persen dari PDB," kata Ibrahim dalam analisisnya sore ini, Jumat, 21 Juni 2024.
Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 6,25 Persen, Fokus pada Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Faktor lain yang mempengaruhi sentimen pasar adalah isu bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan menaikkan rasio utang. Namun, isu itu telah ditepis oleh tim Prabowo-Gibran.
Menurut Ibrahim, pemerintahan mendatang di bawah Prabowo-Gibran harus secepatnya menyampaikan komitmen terhadap disiplin fiskal. Sehingga risiko fiskal dapat ditekan dan tidak memicu sentimen negatif terhadap rupiah.
Selain itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus menjaga stabilitas rupiah berbasis kekuatan fundamental perekonomian Indonesia. Bukan dengan intervensi valuta asing atau menaikkan suku bunga domestik, karena akan mempengaruhi kekuatan devisa negara.
"Pelemahan rupiah merupakan anomali, karena hingga Mei 2024 neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus. Seharusnya rupiah tidak melemah berkepanjangan, jika pasokan dolar dari surplus tersebut mengalir ke pasar," ucap Ibrahim.
Sementara itu, dari sisi eksternal, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh data perekonomian AS. Penjualan ritel yang tidak naik signifikan dan pasar tenaga kerja yang masih kuat memicu spekulasi baru terkait pemangkasan suku bunga The Fed.
Baca juga: Kenaikan Harga Minyak Goreng: HET Minyakita Naik Jadi Rp15.500 per Liter Mulai Pekan Depan
Pasar berspekulasi The Fed akan memangkas suku bunganya dua kali tahun ini. Namun, The Fed belum memberikan isyarat yang membuat pasar yakin bahwa mereka akan memangkas suku bunganya.
Sementara itu, Bank of England memutuskan mempertahankan suku bunganya, dan Bank Nasional Swiss memangkas suku bunga untuk kedua kalinya. Bank of Japan masih berupaya keras menstabilkan mata uang Yen yang melemah ke posisi terendah sejak April kemarin.

Komentar Via Facebook :