Rupiah Kembali Melemah di Awal Tahun 2024, Tiga Hari Berturut-turut

Rupiah Kembali Melemah di Awal Tahun 2024, Tiga Hari Berturut-turut

Ilustrasi

Jakarta, Batamnews - Tiga hari perdagangan sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penurunan. Meskipun tekanan suku bunga yang tinggi mereda, rupiah keok akibat penguatan Indeks Dolar AS (DXY). 

Data dari Refinitiv mencatat bahwa pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis, 4 Januari 2024, rupiah melemah 0,06% secara harian, mencapai angka Rp15.485/US$. Depresiasi ini sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut sejak 2 Januari 2024.

Penguatan DXY selama empat hari sejak 28 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024, khususnya setelah data Institute for Supply Management (ISM) melaporkan peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur AS pada periode Desember 2023, memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara termasuk rupiah.

Baca juga: Harga Rokok Naik Lagi Mulai Hari ini, Rokok Elektrik Ikut Kena Pajak

Hari ini, Jumat (5/1/2024), perhatian pasar terfokus pada sejumlah data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah. Pengumuman data tenaga kerja diantisipasi dapat memberikan petunjuk terkait kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang berpotensi memengaruhi nilai dolar.

Data pengangguran dan non-farm payrolls untuk Desember 2023 dijadwalkan akan diumumkan hari ini. Menurut survei ekonom Reuters, non-farm payrolls diperkirakan akan meningkat sebanyak 170.000 pekerjaan, setelah sebelumnya naik 199.000 pekerjaan di bulan November 2023. 

Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan akan mengalami kenaikan menjadi 3,8% dari 3,7% pada bulan November 2023.

Pada Kamis kemarin, AS telah merilis klaim pengangguran dan data penciptaan lapangan kerja. Jumlah klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih besar dari perkiraan, menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih cukup ketat. 

Baca juga: Profil Seleb Tiktok Satria Mahathir alias Cogan yang Ditangkap Polisi di Batam

Klaim tunjangan pengangguran negara turun 18.000 menjadi 202.000, sesuai dengan penyesuaian musiman, untuk pekan yang berakhir 30 Desember.

Meskipun fluktuasi data klaim tunjangan pengangguran selama tahun ini dapat dipengaruhi oleh hari libur, angka-angka tersebut secara keseluruhan mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang terus membaik. 

Terlebih lagi, penguatan suku bunga oleh The Fed yang kemungkinan sudah mencapai puncaknya di level 5,25% - 5,50%, memberikan indikasi positif terhadap stabilitas ekonomi AS.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews