Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Penutupan Perdagangan Sore Ini

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Penutupan Perdagangan Sore Ini

Rupiah petang ini ditutup menguat terhadap dolar.

Batam, Batamnews - Pada penutupan perdagangan sore ini, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen atau 72 poin, sehingga berada di posisi Rp16.028 per dolar AS.

"Pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2024. Keyakinan ini dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai inflasi di Amerika Serikat," ungkap Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Rabu, 15 Mei 2024.

Komentar Jerome Powell bahwa kebijakan moneter saat ini sudah cukup ketat untuk menurunkan inflasi telah menyebabkan dolar AS melemah. Meski demikian, Powell juga mengingatkan bahwa bank sentral belum sepenuhnya yakin inflasi akan segera mereda dengan cepat.

Baca juga: Dampak Bencana Alam di Sumbar: Harga Cabai Merah di Pekanbaru Naik

Powell menambahkan bahwa tekanan harga mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai target inflasi tahunan sebesar dua persen. Di sisi lain, Indeks Harga Produsen yang kuat membuat pasar waspada terhadap kemungkinan Indeks Harga Konsumen yang lebih tinggi.

"Tanda-tanda inflasi yang tinggi kemungkinan akan semakin mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada tahun 2024. Hal ini juga akan mempengaruhi pergerakan dolar AS," lanjut Ibrahim.

Pasar juga mencermati kebijakan Amerika Serikat yang memberlakukan tarif ketat terhadap sektor-sektor utama Tiongkok, khususnya pada produk baterai kendaraan listrik dan semikonduktor.

"Tindakan AS ini diperkirakan akan memicu pembalasan dari Beijing dan dapat memicu kembali perang dagang antara kedua negara, sehingga memberikan prospek yang lemah bagi perekonomian Tiongkok," ujarnya.

Baca juga: Penasaran Apakah OctaFX Aman? Pelajari Selengkapnya Tentang Platform Trading Yang Membuat Penasaran Ini

Dari dalam negeri, surplus neraca perdagangan pada bulan April 2024 memberikan sentimen positif bagi pasar. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar 3,56 miliar dolar AS.

"Surplus ini lebih rendah dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar 4,58 miliar dolar AS, sesuai dengan ekspektasi para analis. Surplus bulan April masih didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar 5,17 miliar dolar AS," pungkas Ibrahim dalam analisisnya.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews