Karimun Kini Punya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Baru, Bupati Rafiq Harapkan Mampu Atasi Kelangkaan Gas Bersubsidi
Bupati Aunur Rafiq meninjau SPBE Karimun. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews - Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, menyambut baik diresmikannya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Palugada Karimun Sejahtera (PKS) di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral.
SPBE pertama di Karimun ini tentunya sangat diharapkan dapat mengatasi permasalahan kebutuhan gas subsidi di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, yang diketahui selama ini kerap terjadi kelangkaan.
Beroperasinya SPBE Sememal tersebut, diketahui telah mengantongi izin dari Pertamina. Serta kendala yang selama ini karena listrik, juga telah teratasi. Pasokan listrik akan disuplai oleh PLN, tidak dari PT Soma.
Peresmian SPBE ini dimulai dengan pembukaan dermaga di pelabuhan Parit Rampak yang dikelola oleh BUP Karimun.
Baca juga: Pasokan Listrik Tak Kunjung Terealisasi, SPBE Karimun Hanya Jadi Pajangan
"Dengan terbangunnya dermaga dan tempat pengisian ini, Insya Allah kita sudah memiliki 350 Matrix Ton elpiji yang siap untuk didistribusikan kepada masyarakat," kata Bupati Rafiq ditemui usai acara peresmian.
Dengan adanya SPBE ini, Kabupaten Karimun tidak perlu lagi melakukan pengisian elpiji di Pertamina Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, sehingga proses distribusi bisa lebih cepat dan efisien.
"Dengan ketersediaan 350 MT Elpiji disini, kedepan gas tersedia di Karimun. Tidak ada lagi pengangkutan untuk pengisian di Pertamina di Tanjung Uban, jadi bisa langsung melakukan disini dan langsung didistribusikan," katanya.
Bupati Rafiq mengatakan, peresmian SPBE ini telah menjawab segala keluh kesah masyarakat terkait permasalahan ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di Karimun.
Baca juga: Komisi II DPRD Karimun Nilai SPBE Dapat Atasi Kesulitan Gas 3 Kg
"Setidaknya ini dapat menekan terjadinya kelangkaan gas elpiji bersubsidi untuk wilayah Karimun. Kami juga minta kepada PT Palugada Karimun Sejahtera, untuk berkerja cepat dengan bekerja sama bersama distributor, agen dan pangkalan-pangkalan resmi agar masyarakat dapat terlayani," kata Rafiq.
Lebih lanjut, Rafiq juga mengatakan bahwa dengan keberadaan SPBE ini, Pemerintah Daerah juga akan meninjau kembali Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji 3 Kilogram. Hal ini akan segera dibahas dengan melibatkan sejumlah pihak-pihak terkait seperti Pertamina dan agen-agen serta distributor resmi.
"Kita akan melakukan peninjauan harga jual Elpiji, nanti kita akan panggil pihak-pihak terkait untuk membahas dan menetapkan HET untuk wilayah Pulau Karimun dan Pulau-pulau sekitarnya," ujar Rafiq.

Komentar Via Facebook :