Komisi II DPRD Karimun Nilai SPBE Dapat Atasi Kesulitan Gas 3 Kg 

Komisi II DPRD Karimun Nilai SPBE Dapat Atasi Kesulitan Gas 3 Kg 

Gas Elpiji 3 Kg di salah satu pangkalan di Kabupaten Karimun (Foto: Alba)

Nurjali

Batamnews, Karimun - Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Sememal Karimun, belum dapat beroprasi lantaran belum adanya pasokan listrik. Wilayah beradanya SPBE yang dikelola oleh PT Palu Gada Karimun Sejahtera itu, masuk dalam zona 3 untuk pendistribusian listrik yakni untik listrik industri. 

Sementara itu, untuk pasokan di wilayah itu akan disalurkan oleh PT Soma Daya Utama. Sehingga, keberadaan SPBE di Karimun yang diprediksikan dapat menjadi langkah tepat untuk mengatasi fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg di masyarakat.

Namun persoalan kelistrikan menjadi hal yang saat ini menjadi kendala dan belum mencapai penyelesaian.

Baca juga: Lanal TBK Bina Muda Mudi Karimun Dengan Kepramukaan

Ketua Komisi II DPRD Karimun, Raja Rafiza, mengatakan jika pengoperasian SPBE tersebut tersandung oleh regulasi pembagian zona kelistrikan di Karimun.

"Kita melihat Palu Gada itu sudah siap untuk beroperasi, cuma ada persoalan aturan pasokan listrik, bahwa terdapat pembagian zona. Di mana lokasi SPBE berada pada zona PT Soma Daya Utama dan mereka juga belum beroperasi," kata Rafiza.

Adapun kebutuhan pasokan listrik untuk pengoperasian SPBE tersebut diperkirakan mencapai 150 KVA.

Akan tetapi, aturan zona tersebut membuat persoalan gas yang terus muncul di tengah-tengah masyarakat. 

"Seharusnya, kalau tidak ada zona itu PLN sudah bisa masuk dengan begitu SPBE bisa beroperasi, maka kelangkaan gas itu akan sangat minim," ujar Rafiza.

Politisi dari Partai Golkar tersebut juga menyebutkan bahwa, DPRD telah beberapa kali menggelar rapat bersama PT Palu Gada Karimun Sejahtera, PT Soma Daya Utama, serta Disperindag Karimun untuk mencari solusi atas masalah tersebut.

Baca juga: Legislator Zai Zulfikar Minta Pemda Tegas, Gas Elpiji 3 Kg di Karimun Sering Kosong

Yang mana, PT Soma juga tetap harus memberikan kepastian serta dapat berdiskusi jika menemui kendala untuk memasok listrik ke SPBE. Atau adanya kendala-kendalai lain membuat belum dapat masuknya listrik ke SPBE.

"Makanya kita minta Soma memberikan solusi, sampai menunggu mereka juga beroperasi. Jika ada kendala di pemerintahan bisa diskusikan," ucapnya.

Rafiza juga menilai, pengoperasian SPBE akan dapat mengatasi persoalan gas yang terjadi. Selain itu, masyarakat dapat memperoleh gas elpiji 3 kg dengan harga yang relatif lebih murah.

"Kalau biasa per tabung itu Rp 25 ribu, ini bisa di bawah itu. Makanya hal ini yang terus kita kejar, terutama agar tidak terjadi lagi kelangkaan gas yang menyulitkan masyarakat," ujar Raja Rafiza.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :