Tragedi di Perairan Batam: Bocah 11 Tahun Tewas Terlilit Propeler Kapal

Tragedi di Perairan Batam: Bocah 11 Tahun Tewas Terlilit Propeler Kapal

Tim Basarnas mencari Dafa, bocah yang tenggelam di PT ASL Tanjung Uncang dan ditemukan meninggal terlilit propeler kapal (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Sebuah kejadian tragis terjadi di perairan PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam, pada Senin, 11 Maret 2024, menelan korban jiwa seorang bocah berusia 11 tahun, Daffa, yang ditemukan terlilit propeler kapal. Insiden ini bermula ketika Wahidin Tanjung (36) bersama empat orang lainnya, termasuk Daffa, berangkat untuk memancing menggunakan kapal sampan dayung dari Pelabuhan Pandan Bahari sekitar pukul 16:10 WIB.

Tak lama setelah tiba di lokasi tujuan, kapal sampan yang mereka naiki terseret arus ke bawah kapal tugboat yang sedang melaksanakan lego jangkar di perairan tersebut. Dari kelima penumpang tersebut, tiga berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke kapal tugboat, namun Riski dan Daffa tidak berhasil melakukannya.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Pos SAR Batam, Polsek Batu Aji, Polairud, TNI AL, KPLP, Security PT. ASL, dan masyarakat nelayan setempat, segera berkoordinasi dan melakukan pencarian. Meskipun pencarian intensif dilakukan hingga larut malam, tidak ada tanda-tanda dari kedua korban hingga operasi dihentikan sementara waktu.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, dan pada pukul 09:35 WIB, 12 Maret 2024, Daffa ditemukan dalam kondisi tragis, terlilit propeler kapal di bawah air. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi Daffa ke permukaan dan membawanya ke RS Bhayangkara Batam Polda Kepri. Namun, nasib tragis tidak dapat dihindari, dan kehilangan nyawa Daffa menjadi duka mendalam bagi keluarga dan komunitas setempat.

Sementara itu, pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya, Riski, yang hingga saat ini belum ditemukan. Insiden ini mengingatkan kembali akan pentingnya keselamatan di perairan, khususnya bagi para pengguna kapal kecil dan aktivitas memancing di area berisiko tinggi.

Tragedi ini telah menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan mengenai langkah-langkah keselamatan yang diterapkan di perairan sekitar fasilitas industri berat seperti PT. ASL Shipyard. Komunitas lokal dan pihak berwenang diharapkan dapat bekerja sama meningkatkan kesadaran dan pengamanan di perairan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews