Kotak Infak Tiga Masjid di Karimun Dicuri Ciri-ciri Pelaku Terdeteksi CCTV

Kotak Infak Tiga Masjid di Karimun Dicuri Ciri-ciri Pelaku Terdeteksi CCTV

Tangkapan layar pelaku yang terekam CCTV dengan menggunakan sarung

Karimun, Batamnews - Dalam satu malam yang gelap, tiga masjid yang terletak di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), harus menanggung nasib yang sama ketika kotak infak mereka dicuri oleh seorang pelaku yang belum teridentifikasi. 

Kejadian mencuri kotak infak ini terungkap pada Kamis (26/10/2023) dini hari, dengan selang waktu yang berbeda.

Tiga masjid yang menjadi korban dari aksi pencurian ini adalah Masjid Darussalam yang terletak di Rt 01 Re 04 Sidomulyo 2, Masjid Darulmukmini yang berada di Rt 04 Rw 04 Sidomulyo 2, dan Masjid Al Mustaqim di Rt 02 Rw 02 Sidomulyo 1, belakang kantor jaksa, Kecamatan Karimun.

Marsono, seorang warga Sidomulyo 2, mengungkapkan, "Iya kejadian pencurian kotak infak masjid. Malam tadi ada tiga masjid yang kehilangan kotak infaknya."

Baca juga: Penembakan Massal di Arena Bowling Restoran dan Bar Amerika Serikat Menewaskan 22 Orang

Pencurian tersebut juga terekam oleh sistem pengawas CCTV yang terpasang di dalam masjid. Dalam rekaman tersebut, terlihat pelaku menggunakan kain sarung berwarna kotak-kotak untuk menutupi kepala dan wajahnya.

Dari tiga lokasi yang menjadi sasaran pencurian, diduga kuat bahwa pelaku adalah orang yang sama, sebab motif kain sarung yang digunakan pelaku serupa, dan waktu kejadian semuanya terjadi di malam yang sama.

"Model dan ciri-ciri kain sarungnya sama, serta waktu kejadian di malam yang sama," ujar Marsono.

Baca juga: Sanksi Tegas Menanti Bagi ASN yang Kampanye dan Usung Salah Satu Calon

Aksi pencurian kotak infak di wilayah tersebut telah menciptakan rasa kekhawatiran dan ketidaknyamanan di antara jemaah masjid. 

Para pelaku tampaknya mengetahui bahwa kotak-kotak infak tersebut dapat berisi jumlah yang cukup besar dari sumbangan dan sedekah yang diberikan oleh jemaah masjid.

Sebagai contoh, masjid Darussalam sudah lebih dari dua minggu tidak membuka kotak infaknya, dan diduga bahwa jumlah uang di dalamnya mungkin sudah mencapai lebih dari Rp 1 juta. Pencurian semacam ini telah terjadi sebelumnya, dan kekhawatiran akan keamanan masjid dan harta benda keagamaan semakin meningkat di komunitas tersebut.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews