Kasus Pencurian Libatkan Dua Remaja di Tanjungpinang Berakhir Damai Berkat Restorative Justice

Kasus Pencurian Libatkan Dua Remaja di Tanjungpinang Berakhir Damai Berkat Restorative Justice

Polresta Tanjungpinang telah berhasil menggelar program Restorative Justice dengan melibatkan pihak korban, pelaku, dan komunitas setempat dalam upaya meningkatkan keadilan dan perdamaian dalam penyelesaian kasus kriminal. (Foto: dok.Polresta Tanjungpinang)

Tanjungpinang, Batamnews - Polresta Tanjungpinang telah berhasil menggelar program Restorative Justice dengan melibatkan pihak korban, pelaku, dan komunitas setempat dalam upaya meningkatkan keadilan dan perdamaian dalam penyelesaian kasus kriminal.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (29/9/2023) di Rupatama Polresta Tanjungpinang. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol H. Ompusunggu, Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arief Robby Rachman, serta beberapa pejabat tinggi kepolisian lainnya.

Terdapat juga Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dr. Drs. H.M. Juramadi Esran, Ketua RT dan RW setempat, serta keluarga korban dan tersangka, yaitu RF (Pelaku 1), DN (Pelaku 2), dan Sugengriyoni (Korban).

Baca juga: Pemuda Asal Karimun Bobol Rumah di Tanjungpinang, Kerugian Korban Capai Rp 16 Juta

Dalam kegiatan ini, dua pelaku, RF dan DN, yang terlibat dalam kasus percobaan pencurian dengan pemberatan, bersama-sama dengan korban, Sugengriyoni, telah mencapai kesepakatan penyelesaian yang damai dan menguntungkan semua pihak. Kasus ini diatur oleh Pasal 363 jo 53 KUHAPidana.

Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram mengapresiasi upaya Polresta Tanjungpinang dalam membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan kriminal melalui Restorative Justice. Beliau menekankan pentingnya pembelajaran dari peristiwa ini dan berharap agar hal ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol H. Ompusunggu dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Beliau menegaskan bahwa Restorative Justice adalah bentuk terobosan Polresta Tanjungpinang dalam menyelesaikan kasus kriminal dengan cara yang lebih inklusif dan progresif.

Baca juga: Daftar Lengkap Calon Sementara Caleg DPRD Kepri Dapil Bintan-Lingga di Pileg 2024

Selain perdamaian antara korban dan pelaku, kegiatan Restorative Justice kali ini juga mencakup pembinaan masyarakat sebagai tanggung jawab pelaku atas perbuatan mereka. Pelaku akan menjalani sanksi sosial berupa kurban di tempat ibadah dan fasilitas umum yang telah ditetapkan. Jika sanksi ini dilanggar, mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selama menjalani sanksi sosial ini, pelaku bersedia menjalankannya setiap hari Senin dan Kamis di tempat yang telah ditentukan, serta mengisi buku kontrol sanksi sosial Polresta Tanjungpinang.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bukti kontrol sanksi sosial antara pelaku dan korban sebagai tanda kesepakatan damai yang telah dicapai dalam proses Restorative Justice ini.

Program Restorative Justice semacam ini menjadi contoh bagi upaya penyelesaian kasus kriminal yang lebih manusiawi, melibatkan komunitas, dan memberikan peluang pembinaan kepada pelaku, sambil menjaga keadilan bagi korban.

"Semoga program ini dapat menjadi inspirasi dalam peningkatan sistem hukum yang lebih adil dan berkelanjutan di masa depan," tutup Kapolresta Tanjungpinang.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews