Bakesbangpol Lingga Salurkan Bantuan Dini untuk Warga Tanjung Keriting Terdampak Hama Ulat Bulu
Kepala Bakesbangpol Lingga Drs. Jasmat didampingi Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Ardiansyah serta Kabid Kewaspadaan Nasional Baktiar turun langsung ke Tanjung Keriting mengunjungi warga yang terdampak wabah hama ulat bulu. (Foto: ist)
Lingga, Batamnews - Wabah ulat bulu yang terjadi di Tanjung Keriting, Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian banyak pihak tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga.
Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lingga, sejumlah bantuan sebagai bentuk upaya pencegahan dini dibagikan kepada warga setempat.
Kepala Bakesbangpol Lingga Drs. Jasmat didampingi Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Ardiansyah serta Kabid Kewaspadaan Nasional Baktiar bahkan turun langsung ke Tanjung Keriting melihat hal tersebut.
Baca juga: Patroli Malam di Meranti, Polisi Amankan Tiga Pemuda dan Dua Unit Sepeda Motor
"Jadi langkah yang kami lakukan ini sesuai dengan arahan Pak Bupati Lingga beberapa waktu yang lalu," kata Kepala Bakesbangpol kepada Batamnews, Senin (31/7/2023).
Adapun bentuk bantuan yang diserahkan kepada sejumlah warga Tanjung Keriting yakni, bedak gatal, sabun detol, hingga minyak telon dan kebutuhan lainnya seperti susu kaleng, roti, dan beberapa bungkus indomie.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Kesbangpol Lingga dalam pencegahan dini terhadap wabah yang terjadi di Tanjung Keriting.
"Kami berbagi dalam pencegahan kewaspadaan dini terhadap wabah ulat bulu yang terjadi di Tanjung Keriting, Desa Kudung," kata Jasmat yang turut didampingi Camat Lingga Timur, Kades Kudung hingga Ketua BPD Desa Kudung tersebut.
Baca juga: Polsek KKP Batam Gagalkan Pengiriman Dua Wanita Calon Pekerja Club Malam di Singapura
Ia pun berharap, wabah ulat bulu ini segara berakhir. Sehingga warga setempat dapat beraktivitas dengan nyaman. Sebagaimana diketahui, wabah ulat bulu telah terjadi di Tanjung Keriting sejak beberapa waktu lalu dan membuat banyak warga mengalami gatal-gatal.
"Tadi kita lihat sudah mulai berkurang. Karena pohon-pohon yang dihinggapi ulat ini sudah banyak yang ditebang. Mudah-mudahan wabah ini segera berakhir," pungkas Jasmat.

Komentar Via Facebook :