PT MEG Bantah Tudingan Buka Casino di Pulau Rempang-Galang, Aldi: Fokus Pengembangan Kawasan Terpadu

PT MEG Bantah Tudingan Buka Casino di Pulau Rempang-Galang, Aldi: Fokus Pengembangan Kawasan Terpadu

Aldi, Komisaris PT MEG, pengembang Pulau Rempang-Galang Batam (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews - Desas-desus dan tudingan mengenai rencana Tomy Winata, pemilik Artha Graha Group, untuk membuka casino di Pulau Rempang dan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, dibantah oleh pihak PT Makmur Elok Graha (MEG), pengembang Pulau Rempang-Galang.

"Tidak ada. Kami tidak mungkin buka casino," kata Fernaldi Anggadha yang biasa disapa Aldi, Komisaris PT MEG dalam wawancara dengan Batamnews di Radisson Hotel Batam, Senin (17/4/2023). 

Aldi mengungkapkan bahwa PT MEG telah belajar dari pengalaman di tahun 2004, ketika sempat terseret polemik mengenai wacana pembukaan casino di Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) di Pulau Rempang. Padahal, rencana itu tidak pernah ada.

Baca juga: Akhirnya Tomy Winata Garap 17.000 Hektare Lahan di Rempang-Galang Batam

Hanya saja, sejumlah elemen masyarakat membuat wacana pembukaan casino yang legal sebagai sumber pendapatan daerah, termasuk pernyataan dukungan dari DPRD Batam kala itu, namun wacana itu ditentang sejumlah elemen masyarakat lain. Hingga pada akhirnya megaproyek tersebut batal dilaksanakan, disamping beberapa masalah perizinan lainnya. 

"Kita tak mau lagi diseret-seret soal itu. Belajar dari pengalaman terdahulu," ujar Aldi. Saat ini, PT MEG tengah mempersiapkan pengembangan kawasan Pulau Rempang dan Galang, dengan dukungan pemerintah dan masyarakat Batam.

Isu ini tentu saja perlu diselesaikan PT MEG, mengingat, sejumlah masyarakat di Batam mulai mempertanyakan mengenai wacana masa lalu tersebut.

Aldi menyampaikan rencana untuk menggandeng investor dan rekanan dalam membangun kawasan tersebut. Kepala BP Batam dan Walikota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan bahwa perjanjian antara BP Batam dan PT MEG untuk mengembangkan kawasan Rempang berlaku selama 80 tahun.

Baca juga: Cakrawala Baru Batam: Pengembangan Kawasan Rempang Siap Saingi Singapura

Rencana investasi PT MEG hingga tahun 2080 mencapai Rp 381 triliun, dengan populasi yang diharapkan mencapai 306 ribu orang.

Investasi ini mencakup berbagai sektor, seperti industri, manufaktur, logistik, pariwisata, MICE, perdagangan, jasa, dan agro wisata. Diharapkan, pengembangan Pulau Rempang dan Galang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Batam.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :