Gas Melon Langka di Batam, Pertamina Tambah Kuota Lima Ribu Tabung

Gas Melon Langka di Batam, Pertamina Tambah Kuota Lima Ribu Tabung

Petugas sedang menurunkan gas LPG 3 Kg (Foto: ist)

Muhammad Ikhsan

Batam, Batamnews -  Sebanyak lima ribu tabung gas melon (3Kg) dipasok Disperindag Batam melalui Pertamina Patra Niaga merespons kelangkaan yang terjadi pekan ini. Pasokan tersebut untuk sembilan kecamatan mainland (daratan utama) di Batam. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, pada tahap pertama ini Pertamina menyiapkan 5 ribu tabung gas. 

“Khusus di wilayah mainland (pulau Batam) saja, karena permintannya yang tinggi,” ujar Gustian.

Baca juga: Gas Melon Kosong, Pedagang Kecil Menjerit Terancam Tak Bisa Berjualan Makanan 

Ia menjelaskan, pendistribusian gas LPG 3 kg harus segera dilakukan karena sudah mendekati puasa. Karena pada saat itu, permintaan gas juga meningkat. 

"Paling ramai itu permintaan di wilayah dengan jumlah pelaku usaha tinggi, dan padat penduduk. Karena mereka pada mau buka usaha bazar Ramadan, jadi kebutuhan naik pesat," katanya. 

Dari pantauan tim di lapangan, Gustian menyampaikan gas melon langsung diserbu warga. Hal itu dilatarbelakangi pasokan gas sempat tidak ada.

Baca juga: Pertamina Ungkap Penyebab LPG 3 Kg Sempat Langka di Batam 

Sejauh ini, permintaan gas melon masih tinggi sehingga perlu penambahan pasokan. Salah satunya di wilayah Bengkong, gas LPG yang dimuat di Kantor Kecamatan segera habis dibeli warga. "Pertamina sudah tambah lagi satu lori ke sana (Bengkong),” jelasnya. 

Setiap kecamatan mendapatkan kuota pasokan sebesar 560 tabung gas LPG 3 kg itu. Sehingga total pasokan gas untuk tahap pertama berjumlah 5 ribu lebih tabung gas. 

Pendistribusian digelar dua sesi, pertama 09.00 -12.00 WIB, dan dilanjutkan pukul 13.00-16.00 WIB. Semua mendapatkan pasokan atau penambahan LPG yang sama di setiap titik. 

 

"Nanti kalau kurang, akan diupayakan untuk ditambah, seperti di Kecamatan Bengkong," katanya. 

Gustian mengaku, keterlambatan pasokan gas sehari saja menimbulkan dampak yang cukup besar. Sehingga memang harus menambah pasokan lebih banyak dari sebelumnya. 

“Memang harus ditambah lagi pasokan ke beberapa titik, agar tidak ada lagi yang langka, dan masyarakat bisa mendapatkan gas dengan harga standar," kata dia.

Sebelumnya, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan kondisi kelangkaan gas elpiji karena adanya kendala distribusi.

“Jadi 4 hari lalu, memang ada kendala distribusi dari Tanjunguban ke Batam,” ujar Satria saat dikonfirmasi, Senin (20/3/2023). 

Ia menyampaikan, kendala distribusi karena berkaitan dengan izin kapal yang belum diperbolehkan untuk berangkat. Namun kendala tersebut sudah teratasi. “Itu hanya berlangsung satu hari saja, rata-rata sekarang sudah mulai pemulihan,” katanya. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :