Maling dan Rampok Gentayangan Gasak Harta Korban Gempa di Turki
Dampak kehancuran akibat gempa kuat di Turki (Reuters/Mahmoud Hassano)
Ankara - Aksi kriminal berupa pencurian dan perampokan mewarnai bencana gempa bumi dahsyat di Turki. Pelaku kriminal menggasak harta dan menipu korban gempa.
Menurut sumber polisi yang menolak disebutkan namanya, ada 98 tersangka ditangkap setelah penyelidikan dilakukan di delapan provinsi dengan sedikitnya 42 orang ditangkap di provinsi Hatay saja. Demikian dilaporkan kantor berita Anadolu.
Dari hasil penyelidikan, polisi menyita uang tunai dalam dolar AS sejumlah US$11.000 atau setara lebih dari Rp 167 juta dan 70.000 lira Turki (setara lebih dari Rp 56 juta).
Baca: Korban Jiwa Gempa di Turki dan Suriah Terus Bertambah, Kini 24 Ribu Orang
Selain itu, 20 ponsel, delapan laptop, lima perangkat keras, enam pistol dan tiga senapan selain perhiasan dan kartu bank milik beberapa orang juga disita, kata sumber tersebut.
Dua tersangka yang menyamar sebagai pekerja bantuan kemanusiaan juga ditangkap setelah mencoba merampok dua truk berisi persediaan makanan untuk korban gempa di provinsi Hatay.
Sementara itu, di distrik Beykoz Istanbul, polisi menangkap enam tersangka karena menipu sejumlah korban gempa di kota Gaziantep melalui sambungan telepon.
Menurut salah seorang korban, Nedim Akarsu, dia dihubungi oleh seorang tersangka yang memperkenalkan dirinya sebagai pekerja telekomunikasi. Menurut tersangka, mereka dapat membantu korban setelah memberikan informasi perbankan pribadi.
Baca: Bayi Baru Lahir Selamat dari Gempa Dahsyat di Suriah, Videonya Viral
Akarsu kemudian melaporkan hal tersebut ke polisi setelah mengetahui bahwa uang di rekening banknya telah dipindahkan ke rekening lain.
Presiden Recep Tayyip Erdogan, saat mengunjungi salah satu daerah terdampak, Diyarbakir, kemarin berjanji akan menindak bandit yang memanfaatkan kesengsaraan orang lain.
"Pemerintah telah mengumumkan keadaan darurat. Artinya mulai sekarang, siapapun yang terlibat perampokan atau penculikan perlu mengetahui bahwa tindakan tegas pemerintah menanti mereka," katanya.

Komentar Via Facebook :