Bayi Baru Lahir Selamat dari Gempa Dahsyat di Suriah, Videonya Viral

Bayi Baru Lahir Selamat dari Gempa Dahsyat di Suriah, Videonya Viral

Proses evakuasi bayi baru lahir yang ditemukan di reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa dahsyat di Suriah. (Foto: tangkapan layar video Twitter @MuhammadSmiry)

Dodo

Jindayris - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang baru dilahirkan ditemukan selamat di bawah reruntuhan bangunan yang rubuh akibat gempa yang mengguncang Suriah.

Kantor berita AFP melaporkan, bayi itu ditemukan di Kota Jindayris, Suriah dalam keadaan hidup dengan tali pusar menempel di tubuh sang ibu yang telah meninggal dunia pada Selasa  

Menurut Khalil al-Suwadi, bayi itu adalah satu-satunya keluarga dekatnya yang selamat, sementara yang lain tewas menyusul gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo yang melanda Suriah dan negara tetangga Turki hingga menghancurkan rumah keluarganya di kota yang dikuasai pemberontak, Jindayris.

“Kami mendengar suara saat sedang menggali (reruntuhan bangunan).

Baca: Daftar Gempa Bumi Dahsyat dalam 25 Tahun Terakhir, Ada yang Terjadi di Indonesia

"Kami segera membersihkan kotoran dan menemukan bayi perempuan dengan tali pusar masih melekat pada ibunya dan kami memotongnya, kemudian sepupu saya membawanya ke rumah sakit," katanya kepada AFP.

Sebuah video yang menunjukkan upaya penyelamatan menjadi viral di media sosial.

Rekaman video menunjukkan seorang pria berlari dari puing-puing bangunan berlantai empat yang runtuh sambil menggendong bayi kecil yang tertutup tanah.

Kemudian pria lain berlari ke arah pria pertama yang membawa selimut untuk mencoba menghangatkan bayi yang lahir dalam suhu di bawah nol derajat, sementara pria lainnya berteriak meminta kendaraan untuk membawanya ke rumah sakit.

Bayi itu dibawa untuk dirawat di kota terdekat, Afrin, sementara anggota keluarga melanjutkan pencarian selama beberapa jam sebelum menemukan jenazah ayah bayi tersebut, Abdullah, ibu Afraa, empat saudara laki-laki dan seorang bibi.

Rumah keluarga itu termasuk di antara sekitar 50 rumah di Jindayris yang hancur akibat gempa, lapor seorang reporter AFP.

Sementara menurut pihak berwenang, tragedi itu menewaskan lebih dari 1.600 orang di Suriah dan lebih dari 3.400 orang tewas di Turkiye.

Kota-kota yang dikuasai pemberontak mencatat sekitar 800 kematian akibat gempa tersebut.

Dalam inkubator di sebuah rumah sakit di Afrin, bayi baru lahir yang diselamatkan tampaknya terhubung dengan cairan infus, tubuhnya dipotong dan pergelangan tangan kirinya dibalut dengan dahi dan jari-jari yang membiru karena kedinginan.

“Kondisinya saat ini stabil. Saat dibawa ke sini, bayinya mengalami hipotermia karena terlalu kedinginan,” kata dokter spesialis anak, Dr Hani Maarouf, yang bertugas memantau perkembangan bayi tersebut.

Jindayris direbut oleh Turki dan proksi pemberontak Suriahnya dalam serangan tahun 2018 yang mengusir pasukan Kurdi dari provinsi Afrin.

Baca: 20 Napi ISIS Kabur dari Penjara saat Gempa Dahsyat Guncang Suriah

Akibatnya, wilayah tersebut terputus dari wilayah yang dikuasai pemerintah, yang sangat bergantung pada bantuan dari Turkiye dan kekurangan keahlian atau tenaga untuk melakukan tanggap darurat yang efektif sendiri.

Dengan organisasi non-pemerintah (LSM) Turki sibuk dengan upaya penyelamatan melintasi perbatasan, pencarian korban selamat di kota-kota Suriah seperti Jindayris tertunda.

Menurut kelompok penyelamat, White Helmets, yang beroperasi di daerah yang dikuasai pemberontak di Suriah, lebih dari 210 bangunan hancur di daerah tersebut.

Ia mengatakan, 520 lainnya rusak sebagian, sedangkan ribuan lainnya rusak.

"Kami mengimbau semua organisasi kemanusiaan dan badan internasional untuk memberikan dukungan dan bantuan material," kata White Helmets melalui Twitter. 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :