Hari Guru Nasional
Komitmen Disdikpora Perhatikan Hak-hak Guru di Lingga
Kepala Disdikpora Lingga, Armia bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar saat menyerahkan donasi sepatu bagi pelajar di Kecamatan Lingga Utara, Senin (28/11/2022).
Lingga, Batamnews - Di momen Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) bakal memperhatikan hak-hak guru.
Hal itu disampaikan Kepala Disdikpora Lingga, Armia saat diwawancarai baru-baru ini. Ia berharap momen HGN dan HUT PGRI tahun ini, bisa membuat guru dapat berinovasi dan kreatif dalam tugas belajar mengajar.
Hal itu juga sesuai dengan guru penggerak dan sekolah penggerak, dalam tercapainya kurikulum merdeka belajar.
"Insya Allah, kami akan terus memperhatikan hak-hak guru dan kesempatan guru untuk menjadi kepala sekolah yang akan datang," ucapnya.
Baca juga: Kadisdik Armia Inginkan Pentas PAI Jadi Agenda Tahunan Sekolah Dasar di Lingga Peringati Maulid Nabi
Pihaknya menyebut sudah membangun kesejahteraan guru. Salah satunya seperti kepala sekolah, mendapatkan tunjangan satu juta satu bulan. Ia pun mengungkapkan, pada 2023 tunjangan akan naik Rp 500 ribu. Sehingga kepala sekolah nantinya akan dapat tunjangan sebesar Rp 1,5 juta per bulannya.
"Dulu kita tidak menganggarkan anggaran bendahara BOS, hari ini kita anggarkan itu hanya Rp 200 ribu per bulan," ujar Kadisdikpora Lingga ini.
Pihaknya juga memprioritaskan guru agama Islam yang ikut ujian tes sertifikasi, sebanyak 57 orang.
"Alhamdulillah, 57 orang itu lulus semua. karena pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah melakukan MoU dengan IAIN Sunan Gunung Jati Bandung. Insya Allah 2023 guru agam Islam lulus sertifikasi semua," ungkapnya.
"Itu karena ada subsidi silang dari pemerintah daerah. Dianggarkan Rp 5 juta satu orang," sambungnya.
Sementara itu guru kelas sebanyak 471 yang belum lulus sertifikasi, akan diusahakan pada Januari 2023.
"Akan kita usahakan dulu untuk 100 orang guru-guru yang senior yang umurnya sudah tua, ini yang kita genjotkan untuk yang mempunyai kesempatan untuk lulus sertifikasi," kata Armia.
Pihaknya juga sudah melakukan MoU dengan Universitas Pendidikan Bandung. Sejauh ini Armia menjelaskan, pihaknya memaksimalkan upaya pembangunan sekolah pada tahun 2022 ini. Melalui anggaran Rp 24 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat melalui PUPR, ada delapan sekolah dasar yang dibangun.
"Ada empat sekolah di Kecamatan Singkep, dua sekolah di Kecamatan Singkep Barat, satu Lingga Utara, dan satu sekolah lagi di Kecamatan Temiang Pesisir," sebutnya.
Ia pun membeberkan, pada tahun mendatang Lingga bakal dapat pembangunan lima bangunan sekolah lagi. Pada tahun ini, pihaknya mengusulkan 13 bangunan melalui BPPW Kepri, namun hanya delapan bangunan sekolah yang terealisasi.
"Tahun depan kita akan dapat lima bangunan sekolah lagi dari PUPR," bebernya.

Komentar Via Facebook :