Ancaman Resesi, Jangan Sampai deh Batam Dihantam 'Tsunami' PHK

Ancaman Resesi, Jangan Sampai deh Batam Dihantam

Pekerja buruh saat aksi peringatan mayday di Batam Center. (Foto: Dok. Batamnews )

Muhammad Ikhsan

Batam, Batamnews - Ancaman resesi global 2023 diprediksi berdampak pada industri hingga pekerja di Kota Batam, Kepulauan Riau. Mulai dari risiko PHK hingga perusahaan kolaps.

Hal tersebut tentunya dirasakan oleh para kaum buruh. Mereka risau akan resesi global yang bisa saja berdampak buruk terhadap kaum pekerja.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Yapet Ramon mengkhawatirkan perihal resesi global itu. Beberapa serikat buruh bahkan telah menyampaikan aspirasi penolakan PHK dengan dasar resesi global.

Baca juga: Jangan Sampai Virus Resesi Global Menular ke Batam

"Kaum buruh atau pekerja selama masa pandemi 2 tahun berjibaku, bekerja untuk menopang ekonomi bangsa. Kenaikan harga BBM yang berpengaruh kepada biaya hidup, seperti biaya transport naik, biaya makan naik dan biaya perumahan," ujarnya, Senin (24/10/2022).

Dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, di Kepri kuarta ke 3 sekitar 5 persen dan laju inflasi sekitar 6 sampai dengan 7 persen.

"Seharusnya tahun 2023 kita optimis Indonesia khususnya Kepri dan Batam tidak berdampak signifikan atas resesi global," kata Ramon.

Baca juga: Deretan PHK Massal yang Sudah Terjadi di RI

Pengamat Ekonomi Batam, Rafki Rasyid menyebut, Kepri khususnya di Batam juga sedang menghadapi ancaman pengurangan tenaga kerja yang dikhawatirkan akan memicu gelombang PHK besar-besaran. 

Alasannya, karena produk dari Batam merupakan orientasi ekspor pasar global. Sehingga ketika pasar global mengalami perlambatan permintaan akibat resesi ekonomi, maka perusahaan di Batam yang akan lebih merasakan imbasnya ketimbang perusahaan di daerah lain yang masih bisa menjual produknya ke pasar Indonesia. 

"Jadi pemerintah kita harapkan sudah memikirkan langkah langkah untuk mengantisipasi terjadinya gelombang PHK massal ini dengan memberikan berbagai insentif kepada para pengusaha di Kepri dan Batam agar tidak sampai tutup akibat resesi global tersebut. Insentifnya bisa berupa insentif fiskal ataupun non fiskal," kata dia.

 

Ketua Apindo Batam itu menambahkan, pihak perbankan sebaiknya juga sudah memikirkan langkah-langkah untuk meringankan para pelaku usaha di Batam dan Kepri dalam melakukan pembayaran cicilan kreditnya jika nanti resesi ekonomi global terjadi. 

Untuk itu, Rafki berharap adanya kerjasama erat antar stakeholders terkait mulai dari pemerintah, pengusaha, perbankan, sampai pada pekerja atau buruh, untuk menjaga agar perusahaan di Batam dan Kepri tidak terdampak parah akibat resesi global tersebut.

"Dengan bersatu tentunya badai besar yang akan segera datang tersebut akan bisa dihadapi bersama-sama. Harapan kita ancaman gelombang PHK tersebut tidak akan terjadi di Kepri ataupun Batam yang kita cintai ini," tutupnya. 
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :