Korban Meninggal karena Gagal Ginjal Akut di Kepri Bertambah, Kini 5 Orang

Korban Meninggal karena Gagal Ginjal Akut di Kepri Bertambah, Kini 5 Orang

Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri.

Batam, Batamnews - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau melaporkan 6 kasus gagal ginjal akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury). Dari jumlah tersebut, lima anak dinyatakan meninggal dunia. 

Kepala Dinkes Kepri, Mohammad Bisri mengatakan jumlah kasus gagal ginjal akut di Kepri bertambah lantaran pihaknya memperbaharui data sejak awal Agustus lalu. Sebelumnya Dinkes Kepri melaporkan 3 kasus gagal ginjal di Kepri.

“Kasus gagal ginjal ini mulai merebak sejak awal Agustus lalu, kami telusuri ke praktik dokter hingga rumah sakit, hasilnya ada 6 kasus,” ujar Bisri saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2022). 

Baca: BPOM Batam Beberkan Merk Obat Batuk Sirup yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Anak

Saat ini pihaknya mengunjungi kediaman korban meninggal karena gagal ginjal akut untuk melakukan surveilans. Sedangkan 1 orang yang selamat masih dalam perawatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. 

“Ada tiga kasus gagal ginjal akut di Karimun, dan semuanya meninggal dunia. Secara keseluruhan, korban gagal ginjal merupakan balita, hanya 1 anak yang berusia 8 tahun,” jelasnya. 

Bisri mengungkapkan jumlah kasus gagal ginjal akut berpotensi akan terus bertambah, sejalan dengan penulusuran yang dilakukan oleh tim surveilans. 

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat Kepri untuk menghentikan penggunaan obat berbentuk sirup. Penghentian penggunaan obat sirup tersebut berlaku secara keseluruhan, baik untuk demam dan batuk.

“Semua obat sirup dilarang,” katanya. 

Kepada seluruh apotek di Kepri, Bisri mengaku sudah mengeluarkan pemberitahuan untuk tidak melayani pembelian obat berbentuk sirup. 

“Walaupun ada resep dokter, jika diresepkan obat sirup, kami sampaikan untuk tidak diberikan,” katanya menegaskan. 

Baca: BPOM Tarik Lima Obat Sirup Produksi Lokal Mengandung Etilen Glikol, Ini Mereknya

Sementara itu, Kemenkes RI telah merilis lima produk sirup obat dengan kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Kandungan ini diduga berkaitan langsung dengan kasus gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI). 

Adapun lima produk obat sirup yang mengandung EG melebihi ambang batas yaitu: Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

Kemudian Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml, Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @60 ml.

Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @60 ml dan terakhir Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal
Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

 


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews