Ciri Tangis Meghan Markle di Pemakaman Ratu Elizabeth Disebut Pura-pura

Ciri Tangis Meghan Markle di Pemakaman Ratu Elizabeth Disebut Pura-pura

Meghan Markle. (Foto: Dok. Getty Images, Wireimage)

Jakarta - Meghan Markle terlihat menangis dan menyeka air mata di pipinya saat momen pemakaman Ratu Elizabeth II. Namun, seorang ahli kerajaan menyebut Meghan tahu betul momen dirinya menangis akan disorot.

Namun, ahli bahasa tubuh Adrianne Carter dari The Face Whisperer menduga tangisan Meghan palsu bak 'air mata buaya'. Ia tidak melihat banyak gerakan otot di wajah Meghan.

"Sulit untuk mengatakan apakah air mata itu benar-benar menggambarkan kesedihan yang dirasakan, tetapi Meghan tentu tahu bahwa air mata akan terlihat dan difoto banyak orang," jelas dia kepada Daily Star, dikutip Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Presiden Singapura Halimah Yacob Bakal Hadiri Upacara Pemakaman Ratu Elizabeth II

"Kami tidak melihat banyak gerakan otot di wajah Meghan di foto yang akan diaktifkan dengan ekspresi emosional yang tulus," sambungnya.

Tanda saat Orang yang Merasa Sedih

Menurut pakar kecerdasan emosional, analisis perilaku dan konteks deteksi penipuan, Cliff Lansley, tanda orang yang pura-pura menangis terlihat jelas pada alisnya.

Ada 43 otot di wajah manusia yang bisa menghasilkan sekitar 10.000 ekspresi wajah, termasuk sedih. Orang yang benar-benar bersedih memiliki gerakan yang simetris antara alis dan otot-otot mulut.

Baca juga: Ratusan Pemimpin Dunia Diundang Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II, Kecuali Rusia dan Myanmar

Umumnya, pada orang yang benar-benar dalam kesedihan, alis bagian dalam (hanya) akan bergerak ke atas, bukan ke bawah seperti pada kesedihan atau cemberut palsu. Alisnya simetri dan sering bergerak bersamaan dengan otot-otot mulut.

"Alisnya simetris dan otot-otot mulut sering bergerak bersamaan dengan alis. Ini adalah sinyal yang berkembang dan tidak diminta yang terjadi dalam waktu setengah detik setelah merasakan kesedihan dan sangat sulit untuk ditekan atau disembunyikan," jelasnya yang dikutip dari laman The Emotional Intelligence Academy, Selasa (20/9/2022).

"Hal ini dipicu oleh hilangnya orang atau objek yang berharga (atau bahkan hilangnya harga diri, potensi kehilangan wajah atau kebebasan) dan sinyal kepada orang lain, secara tidak sadar kepada kita, bahwa kita perlu dibiarkan sendiri atau mungkin kita membutuhkan dukungan," sambungnya.

Selanjutnya: Lalu, Bagaimana Tanda Orang yang Pura-pura Sedih?

 

Ketika seseorang menunjukkan kesedihan yang palsu, terlihat seperti:

* Alis turun

* Bibir dirapatkan dan dibuat melengkung ke bawah dengan memaksa dagu ke atas

* Menekan alis (ditandai dengan pendalaman garis vertikal di antara alis)

* Ditahan terlalu lama di luar bagian 'sedih' dari episode yang diingat

* Tidak ada onset dan offset yang mulus

* Satu alis sedikit lebih tinggi (beberapa milimeter) dari alis lainnya yang membuktikan gerakan paksa

* Wajah bagian bawah tidak terikat atau menyatu pada puncak yang menyedihkan dengan alis

Kondisi ini biasanya dilakukan seseorang untuk mendapatkan perhatian, menciptakan keprihatinan, atau menunjukkan kesedihan kepada orang lain. Namun, bagi mereka yang terlatih perbedaan tanda ini mungkin tidak terlalu jelas.

(fox)
Komentar Via Facebook :