Ngamuk saat Rapat, Safari Ramadhan Ungkap Hal yang Membuatnya Berang

Ngamuk saat Rapat, Safari Ramadhan Ungkap Hal yang Membuatnya Berang

Safari Ramadhan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Batam.

Batam, Batamnews - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Safari Ramadhan jadi sorotan. Namanya diperbincangkan pasca-kericuhan yang terjadi di ruang rapat Komisi I saat membahas kekisruhan pemilihan ketua RW, Kamis (1/9/2022) lalu.

Kericuhan direkam dalam video kurang dari semenit dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak Safari mengamuk, memukul meja rapat hingga membanting mikrofon ke arah Afrizon Djohar, Lurah Tanjung Riau, Sekupang.

"Bapak bisa tidak menyelesaikan masalah ini? Ini, kan, (Tanjung Riau) wilayah Bapak. Bapak orang nomor satu di wilayah itu. Jangan siap-siap aja," tegas Safari ke Lurah sembari menggebrak meja.

Baca: RDP RT/RW di Komisi I DPRD Batam Ricuh: Safari Ramadhan Pukul Meja hingga Banting Mikrofon

Situasi pun semakin panas, sampai-sampai dia melemparkan mikrofon dan berdiri di atas meja rapat.

Dikonfirmasi Batamnews, Safari Ramadhan mengaku geram lantaran lurah yang bersangkutan tak bisa menyelesaikan masalah yang berlangsung sejak sebulan lalu.

"Saya tak pernah berang. Seumur-umur berang baru kali ini, lah. Berarti ini sudah menginjak-injak harga diri. Bukan tiba-tiba langsung marah begitu saja," ujar Safari, Sabtu (3/8/2022).

Diceritakan dia, permasalahan pemilihan RW di Perumahan Galaxy Park sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu dan menjadi gonjang-ganjing di tengah masyarakat.

Pihaknya kemudian minta kepada lurah untuk menyelesaikan masalah. Namun nyatanya hal itu tak diindahkan.

"Kami juga sudah lakukan RDP soal ini beberapa waktu yang lalu dan saya yang memimpin. Di dalam forum saya sudah minta pak lurah untuk menyelesaikan masalah itu dan dia (lurah) juga menyanggupinya," kata dia.

Selanjutnya....

 

Bahkan, lanjutnya, lurah yang bersangkutan telah mengeluarkan SK penetapan RW di Perumahan Galaxy Park itu. Dari situ Safari menilai jika dewan tidak dihargai oleh perangkat kelurahan dan tindakan lurah yang memancing kericuhan.

"Saya sempat juga mempertanyakan ini ke camat. Artinya kita tak dihargai di sini sampai jadi gaduh. Ternyata mungkin ada kepentingan politik yang lain di situ. Sampai akhirnya yang tidak menerima melaporkan kejadian itu ke Komisi I," kata Safari.

Melihat akan jadi polemik panjang, hal itu pun didudukan kembali dalam RDP dengan jajaran Komisi I DPRD Batam. Dalam rapat itulah terjadi cek-cok. Dimana RW incumbent sempat memukul meja sehingga situasi memanas.

"Ada kecurangan juga karena pemilihan RW tak sesuai dengan Perwako. Awalnya Pak Utusan geram karena masalah sepele ini tak dapat diselesaikan sampai memukul meja satu kali. Kemudian dibalas langsung sama RW incumbent dengan memukul meja tiga kali. Nah, dari situ bermula kericuhan dan saya juga terpancing emosi," kata Safari.

Baca: Pemilihan RT/RW di Batam Kerap Ricuh, Legislator: Perwako Cacat Materil Kok Nggak Dievaluasi

Setelah sempat ricuh, RW tersebut dikeluarkan oleh pimpinan rapat, Lik Khai agar situasi kembali dingin. Namun sayang, kericuhan lagi-lagi terjadi.

Safari tak senang dengan kejadian tersebut. Ia menyalahkan lurah yang gagal dalam menyelesaikan permasalahan hingga terjadi kegaduhan masyarakat.

"Kalau begini jadinya, kan, susah. Gaduh semuanya. Ini jelas salah lurah. Saya kembali mempertanyakan kesiapan Pak Lurah dalam menyelesaikan masalah. Setelah itu, jawaban dari lurah ini terkesan ngeyel. Dia terlalu banyak berdalih. Makanya saya sampai emosi seperti itu (melempar mikrofon dan berdiri di atas meja sidang). Saya kesal sama lurah yang tak bisa selesaikan masalah sepele ini," ujarnya.

Baca: Legislator Ungkap Penyebab Pemilihan RT/RW di Batam Kerap Diwarnai Kericuhan

Secara pribadi, ia tak mau kejadian tersebut terulang. Komisi I pun meminta untuk diadakan pemilihan RW diulang kembali. 

(jun)
Komentar Via Facebook :