Cerita Korban Pelecehan oleh Staf Perpustakaan Sekolah

Cerita Korban Pelecehan oleh Staf Perpustakaan Sekolah

Ilustrasi (childlinett.org)

Bekasi - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh staf perpustakaan SMPN 6 Kota Bekasi berinisial D sudah masuk tahap penyelidikan oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Selain kabar pelecehan melalui pesan singkat yang tersebar di media sosial, salah satu korban pelecehan juga menceritakan perilaku mesum terduga pelaku D.

Salah satu korban berinisial R yang merupakan alumni SMPN tersebut pernah dilecehkan dengan cara memasukan kontaknya ke grup laki-laki dewasa di aplikasi WhatsApp pada tahun 2019.

Tidak ada itu, terduga pelaku D juga menyebar nomor telepon R yang mengakibatkan korban banyak yang chat bahkan ada yang mengajak video call.

"Itu disebar gitu nomornya sama dia, terus pernah pada banyak yang ngespam 'eh open vcs gak' terus pas aku tanya salah satu dari ngechat itu 'iya nomor kamu di share sama D'," katanya, Selasa (2/8/2022).

Selama bersekolah, R mengaku tidak pernah menanggapi dan tidak menerima ancaman. Namun, teman satu angkatannya sempat diajarkan cara masturbasi.

"Enggak (pernah diancam), tapi paling temen aku diajarin masturbasi sama dia," jelasnya.

Sementara korban lainya mengatakan sempat melihat terduga pelaku memeluk siswi dari arah belakang. Tidak hanya itu, pelaku juga terlihat suka memperhatikan dada siswi.

"Waktu itu aku sempet lihat jadi intinya kaya pernah dipeluk dari belakang, sempet katanya dia cuma kaya ke arah arah cewe cuma bagian dadanya, ngga merhatiin orangnya cuma ke arah dada doang," jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan sudah menerima laporan terkait kasus pelecehan tersebut.

"Ya sedang ditindaklanjuti, sedang dalam penyelidikan, mohon doa secepatnya untuk dirilis," kata Erna saat dikonfirmasi. 

(fox)