Viral Video Duel Dua Pelajar Diduga di Karimun

Viral Video Duel Dua Pelajar Diduga di Karimun

Tangkapan layar video perkelahian anak sekolah yang diduga terjadi di Karimun.

Karimun, Batamnews - Beredar sebuah video perkelahian anak sekolah yang disebutkan berlokasi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (27/7/2022).

Video dengan durasi 1 menit 43 detik yang beredar di grup-grup WhatsApp (WA) itu, merekam adanya dua anak sekolah yang tengah berduel satu lawan satu. Dikabarkan juga kalau lokasi perkelahian itu di kawasan Kecamatan Tebing.

Namun, duel one by one anak sekolah itu mendapat sorakan atau suport dari sejumlah siswa lainnya yang terlihat mengelilingi kedua anak tersebut.

Kemudian, adu jotos dua siswa yang berada ditengah-tengah siswa yang menonton tersebut, terlihat salah satunya mengenak switer hitam dan lawannya berbaju kuning, namun masih menggunakan celana sekolah berwarna abu-abu.

Mengenai adanya peristiwa yang mengatakan adanya duel anak sekolah di Karimun tersebut, pihak kepolisian masih tengah melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

"Kita sudah dapat informasinya juga. Anak sekolah itu disebutkan merupakan anak sekolah dari salah satu SMK di Karimun. Sekarang anggota sudah patroli ke lokasi yang disebutkan terjadi perkelahian itu," kata Kapolsek Tebing, AKP Brasta Pratama Putra, Rabu (27/7/2022).

Brasta belum dapat menyimpulkan mengenai aksi pelajar yang ada dalam video tersebut. Bahkan pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah itu memang di Karimun atau bukan.

"Kita belum tau, apakah itu benar anak sekolah di Karimun atau tidak. Bahkan, waktunya kita belum tau, apakah itu video baru atau sudah lama," ucap Brasta.

Namun, demikian, Pihak kepolisian terus akan melakukan penyelidikan guna memastikan peristiwa perkelahian anak sekolah yang seperti dalam video.

Jika nanti hal itu memang terjadi di Karimun yang dilakukan anak SMK seperti yang diinformasikan, polisi tentunya akan melakukan tindakan tegas terhadap anak-anak sekolah tersebut.

"Sekarang kita pastikan dulu, jika memang di Karimun, kita akan melakukan tindakan tegas," ujar Brasta.

(aha)