Bahaya Penggunaan Sandal Jepit saat Berkendara: Luka hingga Kulit Belang

Bahaya Penggunaan Sandal Jepit saat Berkendara: Luka hingga Kulit Belang

Ilustrasi

Jakarta, Batamnews - Aturan soal memakai sandal jepit saat naik motor memang tengah jadi perbincangan. Tak dimungkiri banyak pemotor lebih memilih pakai sandal jepit naik motor karena beragam alasan, misalnya pergi dalam jarak dekat, hujan, cuma pergi sebentar, atau malas pakai sepatu.

Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi mengimbau pengendara sepedamotor untuk tidak mengenakan sandal jepit selama berkendara. Imbauan itu disampaikan guna meminimalisir risiko yang dialami pengendara sepeda motor. Menurutnya, pemakaian sandal jepit tak memberikan perlindungan maksimal.

"Tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu, karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita. Itulah fatalitas," kata Firman kepada wartawan saat meninjau Operasi Patuh Jaya 2022, Senin (13/6/2022).

Baca juga: Polemik Penggunaan Sendal Jepit saat Mengendarai Motor

Memakai sandal jepit naik motor dianggap bisa berbahaya untuk keselamatan. Jika terjadi kecelakaan, kaki yang terkena aspal bakal menyebabkan luka, bukan tak mungkin bakal menyebabkan bekas yang tak hilang.

Perlu dipahami, sama seperti kepala yang harus dilindungi dengan helm, seluruh tubuh Anda juga harus dilindungi dengan perlengkapan yang tepat. Memakai sandal jepit berarti membiarkan ada area terbuka di kaki yang berisiko tinggi terkena masalah jika terjadi kecelakaan.

Namun tak cuma itu, dari sisi kesehatan kulit, hanya memakai sendal jepit juga berbahaya buat kulit dan estetika. Pakai sendal jepit naik motor juga akan membuat kaki jadi belang lantaran struktur 'tipis' sandal jepit tak bisa menutup mayoritas area kaki sehingga kulit berisiko belang.

Anda pasti sering memahami atau mengalami hal ini jika suka pakai jam tangan dan baju lengan pendek. Warna kulit yang tidak merata dapat dipicu oleh berbagai penyebab. Mulai dari bekas luka, bekas jerawat, paparan sinar matahari, penuaan, dan banyak faktor lainnya.

Baca juga: Penjelasan Korlantas soal Polemik Larangan Pemotor Pakai Sendal Jepit

Bahkan sekalipun kulit dalam kondisi sehat, paparan sinar matahari yang menyorot dalam waktu lama dapat meninggalkan belang maupun bintik-bintik gelap pada kulit.

Kulit yang menggelap akibat sengatan matahari merupakan efek jangka pendek dari paparan sinar UV yang bisa membahayakan kulit Anda. Bahkan sengatan matahari langsung dan terjadi secara terus-menerus dapat mengarah pada kanker kulit.

Sama seperti terbakar api, ada dua tingkat kerusakan jika terbakar sinar matahari. Pada tingkat pertama, sinar akan memengaruhi lapisan epidermis. Sementara pada tingkat kedua, paparan sinar matahari bisa membakar kulit lebih lama. Pada tingkat ini, sinar matahari memengaruhi lapisan kulit lebih dalam lagi dan bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh.

(ruz)