Kecelakaan Speedboat PMI Ilegal, Tekong Hilang atau Menghilangkan Diri?

Kecelakaan Speedboat PMI Ilegal, Tekong Hilang atau Menghilangkan Diri?

Para PMI korban kecelakaan speed boat perahu terbalik di Perairan Nongsa. (Foto: ist/SAR)

Batam, Batamnews - Kasus tenggelamnya kapal pengangkut PMI Ilegal di Perairan Nongsa belum lama ini dilimpahkan ke Polresta Barelang

Diketahui speed boat tersebut mengangkut 30 penumpang, sebanyak 23 penumpang dinyatakan selamat dan 6 orang masih dalam pencarian, 1 orang ditemukan meninggal dunia. 

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman menyebutkan, pihaknya masih mendalami perkara tersebut. 

Sejumlah saksi sedang diperiksa untuk mencari informasi. "Kita periksa para korban dan kasus ini sedang kita selidiki," ujar Rahman, Kamis (23/6/2022).

Rahman belum dapat menjelaskan lebih rinci karena masih dalam penyelidikan. "Belum dapat dijelaskan, karena status masih lidik," katanya. 

Sebelumnya, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI Tanjung Pinang, Darman M Sagala mengatakan, informasi yang didapat bahwa speedboat tersebut hendak menyelundupkan para calon PMI secara ilegal ke Malaysia. 

"Mereka naik boat di wilayah Pantai Nongsa," ucap Darman.

Menurutnya, tekong kapal yang menyelundupkan para PMI itu masuk dalam daftar 6 orang yang saat ini masih dalam pencarian. 

Ia memastikan 23 yang selamat itu merupakan Calon PMI Ilegal.  "23 orang itu sudah kita periksa dan mereka semuanya Calon PMI," pungkasnya.

(rez)