Kecelakaan PMI Ilegal di Laut Berulang, Safari Curigai Oknum Tak Henti 'Bermain'

Kecelakaan PMI Ilegal di Laut Berulang, Safari Curigai Oknum Tak Henti

Anggota Komisi I DPRD Batam, Safari Ramadhan. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Indonesia sejauh ini memang minim lapangan pekerjaan. Hal itulah yang membuat sebagian masyarakat hijrah mencari nafkah ke negeri jiran karena dinilai punya peluang dan menjanjikan.

Kejadian speedboat tenggelam yang membawa PMI Ilegal dari Indonesia ke negeri jiran kembali terjadi. Kali ini peristiwa nahas itu terjadi di Perairan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Batam, Safari Ramadhan turut prihatin akan kejadian tersebut. Pasalnya kasus serupa acap kali terjadi beberapa tahun belakangan hingga menyebabkan korban jiwa.

"Gara-gara di tanah air memang minim lapangan kerja. Jadi terpaksa mereka mencari jalan tengah," ujarnya, Sabtu (18/6/2022).

Menurutnya, minimnya pengetahuan dari masyarakat dan sosialisasi dari pemerintah juga berpengaruh. Kebanyakan yang melawati jalur ilegal tersebut ialah mereka yang tidak ada pengetahuan tentang ketenagakerjaan.

"Penyaluran tenaga kerja ini ada yang prosedural dan non-prosedural. Jadi mereka, masyarakat kita yang kurang pengetahuannya tidak mementingkan hal ini. Bagi mereka yang terpenting itu mendapatkan pekerjaan," kata Safari.

Harusnya, pemerintah dalam hal ini juga Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) harus menyosialisasikan ke masyarakat mengenai hal ini. "Berikan pengetahuan kepada warga juga mengenai kejahatan human trafficing tersebut," ucapnya.

Ia menegaskan, para pelaku atau penampungan PMI Ilegal ini harus diusut tuntas dan dipidanakan seberat-beratnya. Pasalnya, human trafficing baginya adalah pelanggaran HAM.

Ia juga menyoroti jalur laluan dari kapal-kapal pembawa pekerja ilegal tersebut. Harusnya pengawasan dari aparat diperketat.

"Saya pribadi pun mengira jika ada oknum yang 'bermain'. Tidak mungkin jalan mereka (pelaku) mulus setiap kali melakukan kejahatan. Aparat harus mengawasi jalur-jalur itu dan harus mengusut tuntas kejahatan keji ini," pungkas dia.

(jun)