Korban Selamat Kapal PMI Ilegal Terbalik Huni Shelter BP2MI, 1 Orang di RS

Korban Selamat Kapal PMI Ilegal Terbalik Huni Shelter BP2MI, 1 Orang di RS

Para PMI Ilegal yang diselamatkan Tim SAR dari peristiwa kapal terbalik di perairan Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam. (Foto: ist)

Batam, Batamnews - Sebanyak 22 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI),saat ini masih ditampung di shelter BP2MI yang berada di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala UPT BP2MI Kepulauan Riau, Mangiring Sinaga mengatakan mereka merupakan korban selamat dari peristiwa kapal terbalik di perairan Nongsa, Kamis (17/6/2022) malam. 

“Mereka masih kami tampung di shelter,” ujar Mangiring saat dihubungi Batamnews, Senin (20/6/2022). 

Sementara itu, satu korban selamat masih dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) karena mengalami sesak nafas. Total korban selamat mencapai 23 orang.

“Yang dirawat di rumah sakit sedang proses pemulihan, perkembangannya terus kami pantau,” katanya. 

Sedangkan 7 orang yang hilang masih dalam pencarian oleh tim SAR. Ia menyampaikan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan proses lidik. 

Baca: Nama-nama 23 PMI Ilegal Asal Lombok yang Selamat dari Kapal Terbalik di Batam

Sehingga terkait pemulangan para PMI yang selamat masih menunggu proses lidik dari pihak kepolisian selesai. 

“Kalau proses lidik sudah cukup, kami akan koordinasikan pemulangannya ke daerah asal,” kata dia. 

Peristiwa kapal pengangkut PMI ilegal kerap kali terjadi di perairan Kepulauan Riau. Para PMI ilegal tersebut memilih jalur tidak resmi untuk dapat bekerja ke luar negeri. 

Mangiring kembali mengingatkan, agar peristiwa ini jangan terulang lagi, Ia meminta agar calon PMI memilih jalur resmi agar keselamatan mereka terjamin. 

“Harus sabar dalam mengikuti proses, hubungi dinas terkait dan BP2MI daerah asal,” katanya.

(ret)