Legislator Batam Beri Atensi Wasnaker dan Polisi Soal Kecelakaan Kerja

Legislator Batam Beri Atensi Wasnaker dan Polisi Soal Kecelakaan Kerja

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Mustofa (Foto: dok.Batamnews)

Batam, Batamnews - Setiap pekerja tentunya tak ingin mendapat musibah atau kecelakaan. Namun semua itu tentu tak dapat dielakkan.

Batam, sebagai salah satu kota yang jadi surganya para pekerja pun kerap terjadi kecelakaan. Bahkan hingga menyebabkan kematian.

DPRD Kota Batam pun memberi sejumlah masukan atau atensi kepada pihak-pihak berwenang. Selain perusahaan, ada peran Wasnaker hingga kepolisian dalam mengusut perihal kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan.

Baca juga: Aparat Malaysia Tangkap 11 Imigran Gelap Asal Batam di Perairan Johor

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Mustofa mengatakan bahwa kecelakaan kerja merupakan wewenang Wasnaker, bukan kepolisian.

"Mungkin tidak punya hak kepolisian untuk berstatement soal kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian, tapi kalau ada kematian di lingkungannya, polisi wajib tau," ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Sementara yang wajib berkomentar soal kecelakaan kerja ialah Wasnaker. Wasnaker juga patut untuk melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan terjadi.

"Kalau Wasnaker ini yang sering saya minta agar terbuka. Ada beberapa kecelakaan kerja, dari situ bagaimana penyelidikannya, apakah itu kesalahan dari perusahaan atau human error," kata dia.

Baca juga: Pasutri Curi Besi Penutup Gorong-Gorong Akhirnya Dibebaskan Polisi

Mustofa menambahkan, harusnya Wasnaker melakukan publikasi dan lebih transparan soal ini. Sehingga nanti menjadi edukasi bagi tenaga kerja yang lain.

"Kalau ini tidak di publis maka tidak menjadi pengajaran bagi yang lain," katanya.

Dia mengaku jika di Batam kini rata-rata kasus kecelakaan kerja terus naik. Bahkan disetiap bulan selalu memakan korban jiwa.

"Kemarin kita hitung rata-rata kecelakaan kerja terus naik. Bulan Januari kemarin dalam sebulan itu ada 1 orang yang menjadi korban dan meninggal dunia. Belum lagi yang cidera," ujar Mustofa.

(jun)