Pandemi Berakhir, Imigrasi Batam Siap Hadapi Lonjakan Arus Penumpang ke Negeri Jiran

Pandemi Berakhir, Imigrasi Batam Siap Hadapi Lonjakan Arus Penumpang ke Negeri Jiran

Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, di Batam. (Foto: Batamnews)

Batam, Batamnews - Di 2022 ini, seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 dunia yang semakin membaik membuat banyak negara akhirnya membuka kembali pintu masuk ke negara mereka. 

Hal ini tentu menjadi berita baik bagi para pelaku perjalanan lintas negara di seluruh dunia yang memang sudah lama menanti untuk dapat kembali melakoni hobi mereka tersebut. 

Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, sejak awal tahun 2022 sudah mulai mempersiapkan diri untuk kembali mengakomodir antusiasme ini, hingga akhirnya Singapura dan Malaysia resmi membuka kembali pintu perbatasan mereka pada April 2022.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam, Tessa Harumdila mengatakan, Singapura mengawali pembukaan kembali pintu perbatasan mereka ke pulau Batam dengan dipusatkan melalui Pelabuhan Tanah Merah. Sementara, Malaysia melalui pelabuhan Setulang Laut, Pasir Gudang, dan Tanjung Pengelih.

"Pembukaan kembali pintu perbatasan kedua negara ini disambut baik dengan pengoperasian beberapa pelabuhan internasional di Kota Batam, salah satunya adalah Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre," ujarnya, Sabtu (11/6/2022).

Diketahui, sejak dibukanya kembali pintu perbatasan Singapura dan Malaysia pada awal April 2022 lalu, jumlah penumpang yang ke luar dan yang masuk baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) khususnya melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre semakin meningkat setiap harinya.

Setidaknya pada bulan April terdapat sekitar 16.000 WNI yang berangkat dan sekitar 3.000 WNA yang masuk. Angka tersebut meningkat cukup signifikan pada bulan Mei dengan sekitar 35.000 WNI yang berangkat dan sekitar 12.500 WNA yang masuk. 

Memasuki semester kedua tahun 2022, antusiasme pelaku perjalanan lintas negara semakin meningkat, khususnya dari dan yang akan menuju ke pulau Batam. 

Singapura yang tadinya hanya membuka satu pelabuhan saja, direncanakan pada tanggal 15 Juni mendatang akan membuka kembali satu pelabuhan mereka, yakni pelabuhan Ferry Internasional Harbour Front, dengan jumlah total masing-masing 26 trip kedatangan dan keberangkatan.

Menanggapi hal ini Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam selalu bersiap diri dengan jumlah personel petugasnya hingga sistem dan juga sarana prasarana penunjang yang memadai. 

"Untuk saat ini saja, tiap harinya Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre sudah menangani pemeriksaan keimigrasian untuk penumpang dari setidaknya 11 trip kedatangan dan 11 trip keberangkatan kapal Ferry dari Singapura dan Malaysia dengan jumlah penumpang tiap kapalnya bisa sampai berjumlah 300 orang," kata Tessa.

Membaiknya lalu lintas antar negara ini tentu memberikan dampak baik bagi semua. Dibukanya kembali pintu-pintu perbatasan negara-negara mampu menarik minat pelaku perjalanan lintas negara untuk kembali melakukan perjalanan.

Dampak dari itu tentunya dapat dirasakan bagi negara. Dari Imigrasi sendiri dapat memberikan penambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Visa, salah satunya Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VoA).

"Untuk pulau Batam sendiri kondisi ini pun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya yang berada di daerah wisata dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung," pungkasnya. 

(jun)