Legislator Desak PT Moya Selesaikan Masalah Distribusi Air Bersih di Batam

Legislator Desak PT Moya Selesaikan Masalah Distribusi Air Bersih di Batam

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Utusan Sarumaha (Foto: Arjuna/Batamnews)

Batam, Batamnews - Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Utusan Sarumaha mendesak PT Moya selaku pengelola air bersih untuk menyelesaikan masalah pendistribusian air yang tak merata.

Selain PT Moya, ia juga memberikan atensi tersebut kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi agar segera menyelesaikan masalah tersebut.

Sebagaimana diketahui, Warga RW 15 Kaveling Kamboja, Sei Pelunggut, Sagulung, Batam, memprotes buruknya pelayanan air bersih pada tempo lalu.

Baca juga: Emak-emak Protes Layanan Air Bersih PT Moya

Hal ini menjadi sorotan Utusan ke pihak-pihak terkait. Bahkan ia menilai jika unjuk rasa yang dilakukan warga terdampak merupakan sebuah kewajaran mengingat persoalan tersebut terjadi sejak beberapa tahun belakangan.

"Kita prihatin soal pendistribusian air belum sempurna. Saya hampir setiap hari dapat keluhan ini dari masyarakat. Unjuk rasa yang dilakukan masyarakat itu sudah klimaksnya," kata dia, Senin (6/6/2022).

Solusi yang diberikan oleh pengelola pun sifatnya hanya temporer. Artinya bukan jalan keluar terbaik yang diberikan terkait masalah layanan air bersih di Batam.

Utusan ingatkan agar persoalan ini harus diselesaikan sesegera mungkin, apalagi PT Moya sudah definitif sebagai pengelola air bersih di Batam.

 

"Air ini kebutuhan dasar masyarakat. Selama ini mereka selalu teriak, menyampaikan ungkapan hatinya namun tidak ada solusi terbaik. Ada pun solusinya itu sifatnya temporer," katanya.

Begitu juga untuk BP Batam. Kata dia, jangan sampai hilang kepercayaan masyarakat karena persoalan tersebut sudah berlangsung lama dan berlarut-larut.

"BP Batam harus fokus menyelesaikan masalah ini. Jangan fokus hal lain yang semestinya itu tidak terlalu mendesak. Air ini sudah fase mendesak, jadi butuh tindakan yang cepat seorang pemimpin," ujarnya.

Menurut dia, PT Moya juga tidak bisa bekerja secara mandiri atau parsial, harus ada birokrasi-birokrasi yang dilalui dalam menyelesaikan masalah.

Baca juga: Warga Kaveling Kamboja Akhirnya Sepakati Solusi PT Moya

"Spam hanya operator. Sekarang BP Batam lebih dominan. Peranan BP sangat penting. Kita harap harus ada pemangkasan-pemangkasan prosedural agar ini cepat teratasi," pinta dia.

Di sisi lain, ada juga keluhan lain dari warga terkait air bersih tersebut. Kualitas air kurang baik jadi keluhan.

"Warnanya kuning dan jadi keluhan oleh masyarakat. Kualitas air harus diperhatikan. Kita minum air justru menimbulkan penyakit jika kualitas airnya tidak baik," ujar Utusan.

"Jika Kepala BP Batam sayang kepada masyarakat maka ini akan segera diselesaikan, tapi jika sebaliknya maka Kepala BP Batam tidak sayang dengan masyarakat," katanya.

(jun)