Dinsos-PPPA Bersama PKK Lingga Sosialisasikan Pola Asuh Anak dan Remaja

Dinsos-PPPA Bersama PKK Lingga Sosialisasikan Pola Asuh Anak dan Remaja

Dinsos-PPPA Lingga bersama TP PKK menggelar sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Aula Kantor Bupati Lingga, Selasa (24/5/2022) pagi. (Foto: Ruzi/Batamnews)

Lingga, Batamnews - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Lingga, bersama Tim Penggerak (TP) PKK menggelar sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Gedung Aula Kantor Bupati Lingga, Selasa (24/5/2022) pagi.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Lingga.

Kepala Dinsos-PPPA Lingga, Muhammad Arif mengatakan, sosialisasi digelar untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang arti pentingnya pola asuh anak yang benar. Anak akan menjadi generasi penerus bagi orang tua maupun bangsa Indonesia.

Baca juga: Lapuk dan Berbahaya, Jembatan Kayu di Desa Musai Lingga Mengintai Korban

Oleh karena itu setiap perkembangan anak akan menjadi tahapan yang sangat penting untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, berakhlak dan bertakwa.

"Kehadiran anak-anak merupakan tanggungjawab. Maka itu orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak-anak agar bisa ditiru," kata Arif kepada para peserta sosialisasi saat membuka kegiatan tersebut.

Sementara ditempat yang sama, Ketua TP PKK Lingga, Maratusholiha Nizar yang ikut andil dalam sosialisasi turut memberikan pandangannya bagaimana mengatur pola asuh anak yang baik.

Menurutnya, pola asuh yang normal adalah menciptakan kontrol. Di era digital sekarang, penggunaan medsos (media sosial) saat ini menjadi suatu yang mau tidak mau harus di ikuti. Untuk itu perlu adanya pengawasan yang ketat.

Baca juga: Camat Desak Dishub Kepri Perbaiki Ponton Dermaga Benan Keropos

"Anak-anak perlu dikasih kegiatan yang banyak, jangan beri waktu luang tanpa kegiatan, karena provokator utama adalah handphone (HP). Bahkan yang lebih canggih sekarang main game di telepon seluler," sebutnya.

"Saya mohon, kalau biasanya 24 jam sehari, dikurangi jadi 2 jam sehari saja, agar kita tahu perkembangan anak,” sambung istri dari Bupati Lingga, Muhammad Nizar ini.

Ia menilai, kecanggihan teknologi saat ini, selain membawa dampak positif, juga dibarengi dengan dampak negatif bagi perkembangan remaja.

Selain anak dan remaja, Maratusholiha juga mengimbau kepada para orangtua agar lebih bijak dalam penggunaaan teknologi, khususnya telepon seluler. Pasalnya, era sekarang ini, orangtua hampir tidak bisa lepas dari telepon seluler. Bahkan, cenderung kurang memperhatikan perkembangan anak.

(ruz)
Komentar Via Facebook :