Suhu Panas Landa Pulau Bintan, BMKG: Masih Normal

Suhu Panas Landa Pulau Bintan, BMKG: Masih Normal

Seorang warga Tanjungpinang, Kepri, berlari di bawah terik panas di jembatan Pulau Dompak. (Foto: Antara)

Tanjungpinang, Batamnews - Suhu udara di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan), mengalami peningkatan sejak beberapa waktu belakangan. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, menyebut kondisi tersebut masih normal.

"Suhu udara, panasnya masih normal untuk iklim di Pulau Bintan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron di Tanjungpinang, Selasa (17/5/2022), dilansir Antara.

Berdasarkan data BMKG Tanjungpinang, dalam kurun waktu 30 tahun terakhir kecenderungan suhu udara maksimum paling tinggi umumnya terjadi pada bulan Maret-Juni dengan suhu maksimum tercatat mencapai 34,9 derajat celcius pada bulan Maret. Sedangkan bulan Mei, suhu maksimum tertinggi tercatat 34,4 derajat celcius.

Baca juga: Karimun Panas Terik, Suhu Udara Capai 33 Derajat Celsius

Hayu juga memastikan penyebab suhu udara panas bukan karena gelombang panas, melainkan memang kondisi cuaca bulan Mei untuk tutupan awannya beberapa hari terakhir lebih sedikit, sehingga penyinaran matahari dapat mencapai ke daratan secara maksimal.

Kemudian ditambah pula dengan faktor kelembaban udara yang cenderung relatif tinggi, akibat letak geografis Pulau Bintan yang berada di kepulauan, menyebabkan kondisi cuaca semakin terasa panas.

"Sebagai contohnya, suhu maksimum bulan Mei tahun ini tercatat di kami sebesar 33.2 derajat celcius dengan kelembaban udara rata-rata saat siang hari sebesar 70 persen. Berarti cuaca pada waktu itu memiliki indeks panas mencapai 44 derajat celcius, sehingga kondisi cuaca panas yang dirasakan seperti mencapai 44 derajat celcius," ungkapnya.

Baca juga: Suhu Panas Landa Indonesia hingga November, Potensi Capai 36 Derajat Celcius

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi cairan tubuh agar selalu tercukupi dan mengurangi aktivitas di bawah sinar terik matahari yang terlalu lama.

Selain itu, warga turut diimbau waspada terhadap munculnya titik panas/api di perkebunan atau ladang yang kering akibat sinar matahari yang panas.

Hayu juga menyampaikan untuk saat ini kondisi suhu maksimum mencapai 33 derajat celcius dan masih berpotensi mencapai 34 derajat celcius yang diprakirakan dapat terjadi hingga Juni 2022

"Untuk bulan Mei ini cuaca hujan masih berpotensi terjadi hingga akhir dasarian II Mei, terutama pada siang dan dini hari. Kemudian pada dasarian III Mei diprakirakan untuk potensi hujannya perlahan-lahan menurun," sebut Hayu.

(ruz)
Komentar Via Facebook :