Layanan PCR di Pelabuhan Batam Centre Berbenah usai Dikeluhkan Penumpang Kapal

Layanan PCR di Pelabuhan Batam Centre Berbenah usai Dikeluhkan Penumpang Kapal

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Layanan pengambilan swab Polymare Chain Reaction (PCR) di Pelabuhan Intenasional Batam Centre sempat dikeluhkan oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari Singapura.

Petugas pemeriksa PCR hanya dilakukan oleh satu orang saja. Akibatnya antrean panjang tak dihindarkan. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Achmad Farchanny menyampaikan pengambilan swab dan pemeriksaan polymare chain reaction (PCR) bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dilakukan secara mandiri. 

“Dilaksanakan oleh klinik atau yang telah mendapat izin sebagai pemeriksa PCR dari Dinkes dan pihak klinik dapat bekerjasama dengan pihak pengelola pelabuhan,” ujar Achmad, Sabtu (2/4/2022). 

Ia menegaskan pihak KKP hanya melakukan pengawasan terhadap klinik atau lab yang beroperasi di pelabuhan, untuk memastikan pelaksanaannya seuai prosedur dan sesuai tarif yang telah ditetapkan pemerintah. 

“Jadi kami hanya mengawasi saja, pelaksana pemeriksa PCR dari pihak klinik atau lab,” katanya. 

Ia mengakui penumpukan penumpang kapal dari Singapura saat itu karena petugas klilnik atau lab pengambilan swab PCR hanya berjumlah 1 orang. 

Mereka salah mengantisipasi meningkatkan jumlah PPLN, saat Singapura membuka perbatasan secara bebas tanpa vaccinated travel lane (VTL).

Baca: Penumpang Kapal dari Singapura Keluhkan Layanan PCR di Pelabuhan Batam Centre

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pihak pengelola pelabuhan dan pihak klinik atau lab agar menambah jumlah petugas dan mebambah petugas konter pemeriksaan.

“Sudah kami minta ditambah, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan seperti Jumat lalu,” kata dia. 

Namun untuk pemeriksaan swab bagi pelajar, Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sesuai kriteria dalam surat edaran (SE) Satgas Covid-19 15 tahun 2022 dilakukan oleh pihak KKP di pelabuhan. 

“Setelah proses di pelabuhan selesai, para PMI menunggu hasil PCR di lokasi karantina terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah,” katanya.

(ret)