7 Kecamatan di Karimun Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Perbatasan

7 Kecamatan di Karimun Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Perbatasan

Foto: Edo/Batamnews

Karimun, Batamnews  Sebanyak 7 dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), masuk sebagai lokasi prioritas (Lokpri) dalam pembangunan sebagai wilayah perbatasan.

Lokpri yang masuk dalam daftar Sektretariat Bagian Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Kabupaten Karimun tersebut, mendapat perhatian dalam segi pembangunan serta kelengkapan sarana dan prasarana.

Adapun 7 kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Karimun, Tebing, Meral, Meral Barat, Belat, Buru dan Moro.

Masuknya wilayah kecamatan tersebut sebagai lokasi prioritas, karena berada dalam zona perbatasan, baik itu batas negara dengan Singapura dan Malaysia, juga batas dengan daerah Kabupaten/Kota.

Baca juga: Komunitas Seniman Api Karimun Beri Pelatihan Welder Pemuda Tempatan

Kabag Pengelola Perbatasan dan Kerjasama, Didi Irawan mengatakan bahwa ada 7 wilayah Kecamatan yang masuk lokasi prioritas dalam membantu sarana dan prasarana.

"Wilayah perbatasan ada yang masuk dalam lokasi prioritas, untuk di Karimun ada 7 kecamatan dan menjadi perhatian kita," kata Didi.

Adapun perhatian tersebut adalah untuk melakukan pembangunan infrastruktur, juga dalam bidang pendidikan, serta penguatan perekonomian masyarakat.

Namun, bidang perbatasan hanya bertanggung jawab untuk mengusulkan pembangunan di Lokpri pada pemerintah pusat. Namun, untuk pembangunan akan dilakukan atau dikelola oleh OPD yang terkait, sesuai dengan pembangunan yang diusulkan.

Baca juga: Rp 10 Miliar Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Pengembangan Bandara Karimun

"Kita hanya mengusulkan, misalnya untuk pendidikan dalam pembangunan sekolah atau renovasi, kita akan usulkan ke pusat, dan nanti yang mengelola Dinas Pendidikan dan pengerjaan oleh PU," ucap Didi.

Kemudian, selain dalam membantu pertubuhan pembangunan. Bidang Perbatasan juga membantu pertumbuhan ekonomi dengan program bantuan bagi UMKM dan juga nelayan.

"Pertumbuhan ekonomi kerakyatan dari segi bantuan juga kita perhatikan, serta pada nelayan dengan bantuan alat tangkap," ujar Didi.

Pengelola perbatasan dalam hal ini juga memperhatikan pulau-pulau kecil dengan memberi nama dan tanda sebagai lokasi yang masuk dalam Kabupaten Karimun.

(aha)
Komentar Via Facebook :