HIPMI: UMKM di Karimun Harus Siap Bersaing Agar Tak Tergerus
Pegadang UMKM di Karimun. (Foto: Edo/Batamnews)
Karimun, Batamnews - Persaingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Karimun makin sengit. Pertumbuhan UMKM terjadi cukup signifikan, bahkan sejak masa pandemi hingga kini.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melihat, di tengah persaingan yang kian ketat itu, sejumlah UMKM yang baru berkembang ada juga yang tak mampu bertahan. Mereka juga harus bersaing dengan pengusaha-pengusaha dengan modal mumpuni.
Baca juga: Pelaku UMKM Batam Minta Keringanan PPh dan Bebas Biaya Masuk
Ketua HIMPI Karimun, Oky Hadibroto menilai permintaan pasar saat ini yang mendorong UMKM terus tumbuh.
"Ada penambahan pekerja lokal maupun asing oleh perusahaan di wilayah karimun membuat sektor ekonomi terutama UMKM bergeliat," ucapnya, Rabu (16/2/2022).
Namun ia mengatakan ada juga UMKM bermodal kecil yang tersingkir. Hal ini karena UMKM tersebut belum bisa meningkatkan daya saingnya, hingga menghentikan sementara kegiatan ekonominya.
Baca juga: Empat Alasan UMKM Khawatir Pinjam Modal Usaha ke Bank
"Acapkali beberapa UMKM yang bermodal kecil terimbas dengan semakin tingginya persaingan, walaupun pemerintah terus memberikan penguatan terhadap UMKM pada beberapa tahun belakangan ini seperti adanya pinjaman KUR oleh pihak perbankan dengan bunga ringan dan skema lainnya yang terus timbul dalam membantu menciptakan UMKM baru dan juga UMKM yang berdaya saing," ucapnya.
HIPMI berharap pemerintah juga memberikan bantuan berupa pelatihan dan stimulus lainnya secara khusus untuk UMKM kecil agar bisa meningkatkan daya saing mereka

Komentar Via Facebook :