Mata Gatal Disebut Jadi Gejala Omicron, Begini Kata Ahli

Mata Gatal Disebut Jadi Gejala Omicron, Begini Kata Ahli

Ilustrasi

Batam, Batamnews - Covid-19 varian Omicron diketahui memiliki gejala yang hampir mirip dengan flu biasa yakni demam, batuk, sakit kepala, serta pilek. Selain gejala tersebut, terdapat gejala lain yang disinyalir terkait dengan Omicron, yaitu mata gatal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa varian Covid-19 sebelum Omicron menyebabkan konjungtivitis alias peradangan berupa mata gatal dan merah.

American Academy of Ophtalmology mengatakan bahwa konjungtivitis bisa diikuti dengan gejala seperti mata kemerahan, gatal, mata berair, dan pandangan yang terganggu.

Baca juga: Omicron 'Menggila' di Singapura, Ace Minta Travel Bubble Batam Ditunda

Dengan itu, para ahli menyatakan bahwa sangat mungkin konjungtivitis atau mata gatal muncul sebagai gejala Omicron.

"Beberapa virus yang menyerang saluran pernapasan memang bisa mempengaruhi area mata," ungkap pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center, Amesh A. Adalja, seperti dikutip Prevention.

Tatevik Movsisyan, kepala Advanced Ocular Care Service di The Ohio State University College of Optometry, menunjukkan bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covif-19, "adalah virus yang tampaknya memengaruhi banyak sistem."

Oleh karena itu, Movsisyan pun mengatakan masuk akal jika Omicron dapat berdampak pada mata dan menyebabkan gejala seperti kemerahan, iritasi, dan gatal.

Baca juga: Pasien Omicron RI Sesak Napas Sebelum Meninggal, Waspada Saturasi Oksigen Rendah

"Dengan virus apa pun, respons tubuh adalah peradangan, yang dapat menyebabkan mata merah dan gatal," katanya soal mata gatal gejala Omicron.

Saat ini, ahli mengatakan bahwa masih belum jelas seberapa umum mata gatal menjadi gejala Omicron. Pasalnya, konjungtivitis atau mata merah sendiri tidak pernah menjadi gejala umum Covid-19 pada varian sebelumnya.

Misalnya, satu penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menganalisis gejala 1.000 orang dengan Covid-19 dan menemukan bahwa kurang dari 1 persen memiliki mata merah.

"Tidak jelas apakah itu lebih atau kurang umum dengan Omicron tetapi sejauh yang kami tahu sekarang, ini tidak umum," kata Movsisyan.

(ruz)