Pasien Omicron RI Sesak Napas Sebelum Meninggal, Waspada Saturasi Oksigen Rendah

Pasien Omicron RI Sesak Napas Sebelum Meninggal, Waspada Saturasi Oksigen Rendah

Pemakaman pasien Covid. (Foto: ilustrasi)

Jakarta, Batamnews - Dua pasien Omicron dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (23/1/2022). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengatakan ini jadi kasus fatalitas pertama oleh varian baru COVID-19 tersebut.

"Gejala berat (kedua pasien COVID-19 ini). Mengeluh sesak napas," ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), dr Siti Nadia Tarmizi, via detikom.

Baca juga: Tolak Vaksin, Penyanyi di Ceko Meninggal Dunia Akibat Covid-19

"Belum di ICU tapi sudah pakai oksigen karena saturasi rendah," sambungnya.

Saturasi oksigen adalah nilai yang menunjukkan kadar oksigen di dalam darah. Pasien COVID-19 kerap diminta mewaspadai kondisi saturasi oksigen karena penyakitnya dapat membuat kadar oksigen dalam darah berkurang ke tingkat bahaya tanpa disadari.

Dikutip dari Medical News Today, kekurangan oksigen dalam darah dapat disebut juga sebagai hipoksemia. Normalnya orang sehat memiliki saturasi oksigen di atas 95 persen, di bawah nilai itu maka pasien disarankan segera mendapat bantuan oksigen tambahan.

Baca juga: Tiba di Batam, Pasien Covid dari Jakarta Dicurigai Omicron

Saturasi oksigen dapat diukur dengan menggunakan alat oximeter. Bisa juga mewaspadai tanda-tanda berikut:

* Sesak napas
* Sakit kepala
* Gelisah
* Bibir atau jari pucat kebiruan
* Pusing
* Napas cepat
* Nyeri dada
* Kebingungan
* Tekanan darah naik
* Penglihatan kabur
* Mengigau
* Detak jantung cepat

(fox)