Pria Menjomblo Lebih dari 7 Tahun Berisiko Hadapi Kematian Dini, Benarkah?

Pria Menjomblo Lebih dari 7 Tahun Berisiko Hadapi Kematian Dini, Benarkah?

Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)

London - Sebuah penelitian mengklaim bahwa pria telah hidup sendiri selama lebih dari tujuh tahun menghadapi risiko kematian dini.

Studi tersebut bahkan menemukan bahwa perceraian memperburuk situasi dengan mengakibatkan masalah kesehatan di kalangan pria paruh baya.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

Menurut Daily Mail, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pria dalam kategori tersebut memiliki tingkat peradangan yang lebih tinggi di tubuh mereka.

"Respon biologis terhadap stres ini terkait dengan beberapa masalah kesehatan seperti risiko kematian dini, serangan jantung, stroke, kanker, dan demensia," jelas laporan itu.

Penelitian tersebut melibatkan total 4.835 individu berusia 48 hingga 62 tahun, antara lain memeriksa perceraian, putus cinta, dan masa hidup sendiri antara 1986 hingga 2011.

Pria yang mengalami putus cinta dua kali atau lebih selama periode itu ditemukan memiliki kadar interleukin 6 dan protein C-reaktif yang 17 persen lebih tinggi dalam darahnya yang mengindikasikan peradangan.

Hal ini sangat berbeda dengan pria yang memiliki hubungan perkawinan yang stabil.

Namun, tidak ada peningkatan tingkat peradangan pada wanita yang menderita berbagai gangguan hubungan atau hidup sendiri untuk jangka waktu yang lama.

"Bukti menunjukkan bahwa pria lebih bergantung pada wanita daripada sebaliknya. Jadi, dalam situasi ini, pria lebih rentan jika kehilangan mereka,” kata penulis senior studi dari Universitas Kopenhagen, Profesor Rikke Lund.

(dod)