Kerugian Pelindo Karimun Selama PPKM 2021 Senilai Rp 6,8 M

Kerugian Pelindo Karimun Selama PPKM 2021 Senilai Rp 6,8 M

Pelabuhan Internasional, Karimun. (Foto: Edo/batamnews)

Batamnews, Karimun - PT Pelabuhan Indonesia Persero (Pelindo) Regional I cabang Tanjungbalai Karimun, Kepri, mengalami penurunan pendapatan sejak pendemi Covid-19.

Selama ini pemasukan Pelindo dari penjualan pas pelabuhan ke setiap calon penumpang yang berangkat. Penurunan pendapatan  paling parah tahun 2020 hingga pertengahan 2021.

Baca juga: Pelindo Segera Perbaiki Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang

Terlebih lagi setelah pintu keluar-masuk ditutup, sehingga tidak ada aktivitas pelayaran dari pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun.

Pendapatan dari pelabuhan domestik juga dirasakan menurun cukup signifikan.

"Dari pelabuhan Internasional, penurunan terjadi 100 persen karena tidak ada aktivitas, dan untuk pelabuhan domestik penurunan hingga 50 persen," kata General Manger PT Pelindo Region I Cabang Tanjungbalai Karimun, Agus Deritanto.

Namun, pada Juli 2021, peningkatan untuk pemasukan dari pas pelabuhan mulai mengalami kenaikan. Peningkatan ini dari keberangkatan antar pulau dalam provinsi dan juga luar provinsi.

Baca juga: Pantai Pelawan Karimun Alami Kunjungan Teramai Pasca PPKM

"Pertengahan 2021, mulai ada peningkatan dari pas pelabuhan domestik sekitar 85 hingga 90 persen, tapi untuk Internasional masih nol, karena pelayaran masih tutup," ujar Agus.

Disebutkan juga bahwa, pendapatan Pelindo Tanjungbalai Karimun sebelum dilanda Pandemi Covid-19, bisa mancapai Rp 9 miliar dalam satu tahun.

"Tapi, di tahun kemarin, pemasukan hanya mencapai Rp 2,2 miliar, jauh sekali turunnya, dan biasanya untuk pemasukan paling besar dari pas pelabuhan Internasional," ucapnya.

Meskipun belum puluh, Pelindo tetap memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat.

(aha)