Mengupas Makna Puisi Romantis ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

Mengupas Makna Puisi Romantis ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

Arsy Kumalasari 

Oleh: Arsy Kumalasari 

Penyair terkenal Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, Jawa Tengah, tanggal 20 maret 1940 dari pasangan Sadyoko dan Saparian.

Sapardi Djoko Damono berperan sangat penting dalam sastra Indonesia, beliau dijuliki cendikiawan mudah dan dipandang sebagai sastrawan angkatan 1970. Karya-karyanya yang sederhana namun penuh makna kehidupan ini sangat diminati oleh kalangan sastrawan maupun khalayak umum.

Tak hanya aktif dalam menulis puisi beliau juga menulis cerita pendek, menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esai, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar. Salah satu puisi karya beliau yang sangat populer dan banyak orang mengenalinya adalah ‘Aku Ingin’. Puisi bertema cinta ini di tulis tahun 1989 ketika istri beliau sedang sakit.

AKU INGIN
Karya: Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Makna dari keseluruhan puisi ini adalah penyampaian rasa cinta seseorang yang apa adanya dan tak perlu dibuktikan lagi dengan kata atau isyarat yang menggebu-gebu, melainkan dengan pengorbanan besar terhadap orang yang dicintainya. Sehingga, dapat disimpulkan makna dari puisi ini adalah pengorbanan cinta.

Puisi ‘Aku Ingin’ ini mengajarkan kita tentang ketulusan dan kesetian dalam mencintai seseorang untuk itu jika kita sudah mencintai seseorang jangan pernah malu mengatakannya.

Penulis merupakan Mahasiswi Priodi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Maritim Raja Ali Haji