Ilmuwan Singapura Kembangkan Tes Deteksi Corona Berbasis Air Liur

Ilmuwan Singapura Kembangkan Tes Deteksi Corona Berbasis Air Liur

Tes cepat antigen berbasis air liur yang dikembangkan oleh tim ilmuwan Singapura. (Foto: SGH via Today Online)

Dodo

Singapura - Ilmuwan Singapura mengembangkan cara yang lebih sederhana dan tidak terlalu invasif untuk menguji Covid-19 dengan cepat yang mendekati akurasi tes reaksi berantai polimerase (PCR).

Tes hanya membutuhkan air liur individu, bukan tenggorokan atau swab hidung. 

Tidak seperti tes air liur lainnya yang harus dilakukan pertama kali di pagi hari setelah periode puasa yang lama, tes ini dapat digunakan kapan saja sepanjang hari, kata para ilmuwan dilansir Today Online, Rabu (8/12/2021).

Mereka mengatakan tes tersebut, yang dapat dilakukan sendiri dan diperkirakan memiliki biaya rendah.

Dalam dalam pengujian klinis awal, tes berbasis air liur ini telah mengungguli tes cepat antigen (ART) dan "berpotensi mengubah cara pengujian".

Pengumuman oleh tim, yang terdiri dari peneliti dari Duke-NUS Medical School, Singapore General Hospital (SGH) dan National Cancer Centre Singapore (NCCS), dan National University of Singapore, muncul dua hari setelah temuan mereka dipublikasikan dalam peer-reviewed jurnal ilmiah.

Dr Jenny Low, konsultan senior di Departemen Penyakit Menular di SGH, mengatakan masih ada kebutuhan untuk melakukan "beberapa studi klinis lagi untuk memvalidasi produk komersial akhir".

Ketika ditanya apakah akan dapat mendeteksi varian Omicron baru, Associate Professor Melvin Chua, seorang ilmuwan klinis di NCCS, menjawab bahwa tim “tidak melihatnya sebagai masalah”.

Bagaimanapun, Duke-NUS dan SingHealth telah mengajukan perlindungan kekayaan intelektual untuk penemuan ini dan saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pihak yang berkepentingan untuk perizinan.

Namun, Dr Soo Khee Chee, Profesor Benjamin Sheares dalam Kedokteran Akademik di Program Klinis Akademik Onkologi SingHealth Duke-NUS, mengatakan tim tersebut belum menerima persetujuan untuk digunakan dari Otoritas Ilmu Kesehatan, meskipun mereka berharap untuk bertemu dengan otoritas segera.

Para peneliti mengatakan bahwa kemungkinan akan memakan waktu sekitar 15 menit bagi pengguna untuk mendapatkan hasil tesnya.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :