Kepri Kini Punya Rumah Singgah Korban KDRT dan Perdagangan Orang

Kepri Kini Punya Rumah Singgah Korban KDRT dan Perdagangan Orang

Kepri kini punya rumah singgah korban KDRT di Tanjungpinang (Foto:ist)

Tanjungpinang, Batamnews - Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kini memiliki rumah singgah bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perdagangan orang di UPTD Dinas P2TP2A, Jalan Riau, Tanjungpinang.

Peresmian rumah singgah tersebut dilakukan langsung Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri, Lamidi, bersama Ketua TP-PKK Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, Kamis (18/11/2021).

Shelter rumah singgah ini merupakan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Angkasa Pura II cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Baca juga: 10 Pemenang Tropical Ride Berhak Ikut Tour de Bintan 2022

“Dukungan dari Angkasa Pura II sangat membantu kami dalam pendampingan bagi korban kekerasan rumah tangga dan juga perdagangan orang. Kami selalu berkomitmen untuk mewujudkan Provinsi Kepri sebagai daerah yang ramah terhadap perempuan dan anak-anak,” ucap Lamidi dilansir dari laman resmi Pemprov Kepri.

Tidak hanya berupa shelter rumah singgah, Angkasa Pura II juga memberikan TJSL berupa berbagai macam peralatan keterampilan dan bibit pohon peneduh yang akan ditanam di kawasan Pulau Dompak.

“Peralatan keterampilan ini tentu mendukung untuk memberikan pembekalan keahlian bagi pemberdayaan perempuan dan anak-anak serta dengan adanya bibit pohon dari angkasa pura II menjadi langkah penghijauan di Pulau Dompak,” ujarnya.

Executive GM Kantor Cabang Bandara RHF, Ngatimin K. Murtono mengatakan, Angkasa Pura II RHF Tanjungpinang mengucurkan dana Rp 111 juta untuk membangun shelter rumah singgah. Kemudian untuk peralatan keterampilan senilai 16 juta, lalu untuk bibit pohon yang akan ditanam berjumlah 450 bibit.

Baca juga: Dispar Ajukan 9 Mercusuar Jadi Destinasi Wisata Baru di Kepri

“Semua ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk pembangunan Provinsi Kepri, khususnya Kota Tanjungpinang. Kami juga memberikan pendanaan bagi UMKM senilai 720 juta rupiah,” kata Ngatimin.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Angkasa Pura II, Wiweko Probojati mengatakan, Angkasa Pura II sebagai BUMN memiliki tiga tujuan. Salah satunya adalah berkontribusi bagi pembangunan daerah dengan turut mensukseskan program prioritas daerah.

“TJSL merupakan kewajiban yang harus kami jalankan, meskipun keuntungan Angkasa pura II selama pandemi turun drastis tapi inilah dukungan bagi sosial dan lingkungan,” ujar Wiweko.

Angkasa Pura II bekerjasama dengan Yayasan Kick Andy turut memberikan bantuan 100 kacamata ke pelajar Kota Tanjungpinang. Di UPTD P2TP2A, dijalankan berbagai macam jenis pelatihan keterampilan bagi perempuan dan anak-anak seperti menjahit, tata boga, dan membatik.

(ruz)