BUMD Kurang Berkembang, DPRD Batam Kaji Ulang Ranperda Penyertaan Modal

BUMD Kurang Berkembang, DPRD Batam Kaji Ulang Ranperda Penyertaan Modal

Wakil Ketua I DPRD Batam, Muhammad Kamaludin.

Batam, Batamnews -  Pemko Batam mengajukan rancangan Perubahan Peraturan Daerah (Ranperda) Nomor 3 tahun 2014, tentang penyertaan modal Pemerintah Kota Batam pada beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). 

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaludin mengatakan, Ranperda ini merupakan usulan Pemerintah Kota Batam dan akan ditanggapi oleh masing-masing Fraksi DPRD Batam.

“Jika fraksi menyatakan setuju dengan perubahan Perda nomor 3, maka tahapannya kami akan bentuk pansus (panitia khusus) yang terdiri dari DPRD Kota Batam dan pembahasan dengan Pemko Batam,” ujar Kamal usai sidang paripurna, Rabu (10/11/2021). 

Setelah itu, akan rencana pengajuan perubahan Perda tersebut akan didalami dan dibahas secara detail untuk selanjutnya akan dijadikan Perda. 

Kamal menyebutkan, kerjasama yang dilakukan Pemko Batam terhadap beberapa BUMD sudah berjalan beberapa tahun, diantaranya PT Bank Riau Kepri, PT Riau Airlines, PT Pelabuhan Batam dan PT Pembangunan Batam. 

“Semua disertakan modal, namun tidak banyak seperti Bank Riau Kepri, sebesar Rp 50 miliar,” katanya. 

Dari jumlah modal tersebut, perlu ada peningkatan modal yang disertakan agar dapat menaikkan jumlah dividen. Jika dibikin naik, maka secara otomatis menambah laju pembangunan dan pendapatan asli daerah (PAD). 

“Yang di Riau Airlines hanya Rp 2 miliar, makanya perlu Perda untuk membuat aturan yang lebih mudah untuk dilaksanakan dan dipantau,” jelasnya. 

Kamal menambahkan, jika tidak ditetapkan, Perda yang baru maka akan mengikuti aturan yang lama, menurutnya hal itu akan menjadi sulit. 

Padahal ada perubahan-perubahan yang dapat menaikkan dividen.

“Tergantung kajian dalam pansus nantinya, kalau pansus memandang tak perlu perubahan, maka rekomendasinya akan dicabut,” kata dia.

Mengenai BUMD yang sudah dinonaktifkan, Kamal mengatakan akan dikaji lagi. 

Ia menilai jika BUMD masih memberikan manfaat dan kemajuan, maka perlu dipertimbangkan untuk diaktifkan kembali dengan modal.

“Persoalannya selama ini tidak ada laporan yang cukup bagus terkait dengan BUMD,” ucapnya. 

(ret)